Coachability Training
"HOW TO BE A COACHABLE PERSON AND READY TO BE COACHED"

Seminar Basic Supervisory Skills
"SUPERVISORY SKILLS - IN A NUTSHELL"

Seminar Mindset Penjualan
"PRODUCTIVE SELLING MINDSET"

Seminar Pengembangan Diri, Leadership, dan Self Mastery
"HOW TO TURN MESS INTO MESSAGE"

Seminar Agen Perubahan - Agent of Change
"AGEN PERUBAHAN - AGENT OF CHANGE"

Workshop Pembicara Kharismatik - Charismatic Speaking
"PEMBICARA KHARISMATIK - CHARISMATIC SPEAKING"

Seminar Pelayanan Prima - Service Excellence
"SERVICE EXCELLENCE - PELAYANAN PRIMA"

Pelatihan Komunikasi Efektif - Effective Communication
"KOMUNIKASI EFEKTIF - EFFECTIVE COMMUNICATION"

Workshop Public Speaking - Pembicara Publik
"PUBLIC SPEAKING - PEMBICARA PUBLIK"

Seminar Peningkatan Produktivitas Kerja
"4 PRODUCTIVITY BOOSTERS SYSTEM"

Minggu, Juni 28, 2015

Program Referral

Jika sahabat berminat mengikuti PROGRAM REFERRAL kami dengan komisi yang menggiurkan silahkan saja langsung mengisi formulir ini http://healer-academy.com/nama-anda/
Posted on Minggu, Juni 28, 2015 / 0 comments / Coachability Trainer >>

Jumat, Juni 26, 2015

Setiap Persoalan Adalah Tentang Hubungan

SETIAP PERSOALAN ADALAH TENTANG HUBUNGAN



Setiap persoalan adalah tentang kualitas hubungan atau relationship. Termasuk, setiap persoalan kesehatan baik mental maupun fisik, selalu ada di dalam aura memburuknya kualitas hubungan antara bagian yang menjadi sakit dengan si pemilik bagian yang sakit itu.

Kita mungkin tidak menyangka, bahwa soal kualitas hubungan ini juga mencakup kualitas hubungan kita dengan uang. Kita tidak pernah tahu, bahwa mungkin kualitas hubungan kita dengan uang  sedang tidak sehat. Dan memang ada, terapi untuk memulihkan kualitas hubungan seseorang dengan uang.

"How to heal your relationship with money" bukanlah materi resmi yang dicantumkan dalam materi promosi workshopnya. Sebab, dilekati oleh satu dari tiga sifat ilmu, metodologi yang satu ini dikategorikan sebagai ilmu yang hanya pantas diberikan kepada yang berminat saja. Jika di kelas ada yang memintanya akan diberikan dan jika tidak ya tinggal diskip saja.

Kondisi finansial kita adalah cerminan dari kualitas hubungan kita dengan uang. T. Harv Eker mengatakan bahwa millionaire mindset itu adalah tentang kualitas hubungan dengan uang dan bukan tentang uang itu sendiri. Contoh populer dari mindset yang bermasalah itu misalnya "money is the root of all evil - uang adalah akar dari segala masalah". Dan salah satu mindset sehat yang terpenting dalam konteks ini, adalah "jujur kepada diri sendiri" - sebuah mindset yang menjadi faktor penentu untuk segala kesembuhan.

Lebih dari itu, jika anda bertanya kepada saya, saya akan menjawab pendek, saya pasien juga yang sedang dalam penyembuhan. Jujur, hubungan saya dengan uang sungguh amburadul. Hubungan saya dengan uang, sangat diwarnai oleh mindset "easy come - easy go". Saya tidak tahu, sebagian dari anda mungkin menganggap mindset ini adalah cerminan dari "my relationship with money" yang sehat... atau yang sakit.

Note: Cara anda menyikapi tulisan ini saja sudah mencerminkan kualitas hubungan anda dengan uang.

Posted on Jumat, Juni 26, 2015 / 0 comments / Coachability Trainer >>

Rabu, Juni 24, 2015

Cara Registrasi "Awaken The Healer Within"

CARA REGISTRASI "AWAKEN THE HEALER WITHIN"



Cara mendaftar untuk mengikuti workshop "Awaken the Healer Within" terbilang mudah dan sederhana. Temukan saja link-link dengan format seperti ini di berbagai medsos, WA atau BBM:

http://healer-academy.com/xyz/

Setiap nama "xyz" terkait dengan link yang berformat seperti itu adalah bagian dari tim kami di International Healer Academy. Link-link itu didisain untuk mengantarkan anda ke formulir pendaftaran. Anda tinggal mengklik link itu lalu mengisinya dan tim kami segera menindaklanjuti pendaftaran anda.

Info event:

https://www.facebook.com/events/1595441327375225/

Semoga bermanfaat.
Posted on Rabu, Juni 24, 2015 / 0 comments / Coachability Trainer >>

Selasa, Juni 23, 2015

Bogor - Penyembuhan dan Pengobatan Alternatif

International Healer Academy

"AWAKEN THE HEALER WITHIN"

Workshop spesial 3 hari dipersembahkan kepada anda yang berminat menjadi penyembuh alternatif profesional.

WAKTU

Jumat-Minggu, 4-6 September 2015
08.00 - 17.00 WIB setiap hari

TEMPAT

Grand Cempaka Resort Puncak, Bogor
Jl. Raya Puncak Km 17, Cipayung, Puncak
Bogor, Jawa Barat 16770

INVESTASI

Rp 5 Juta - Publish Rate
Rp 4 Juta - Early Bird
Rp 3 Juta - Trainer's Alumni

Semua investasi di atas sudah termasuk:

- Workshop 3 hari "Awaken the Healer Within"
- Menginap 3 hari di Grand Cempaka Resort
- Breakfast, lunch, dinner setiap hari
- Dua coffee break setiap hari
- Fasilitas kolam renang
- Fasilitas lapangan tennis
- Fasilitas lapangan futsal

EARLY BIRD DAN TRAINER'S ALUMNI

- Membayar DP Rp 1 Juta saat mendaftar
- Melunasi investasi paling lambat tanggal 20 Juli 2015
- 30 peserta pertama yang melakukan pelunasan investasi, ditempatkan di bungalow deluxe yang dilengkapi AC, dengan ruang yang lebih luas dan nyaman, teras dengan view yang asri, lebih dekat ke gedung workshop, lebih dekat ke kolam renang dan sarana olah raga.

AKOMODASI

Check-in tanggal 4 September 2015 pukul 14.00 WIB
Check-out tanggal 7 September 2015 pukul 09.00 WIB

Jika peserta sudah tiba di lokasi pada tanggal 3 September 2015, maka kepadanya dipersilahkan memanfaatkan akomodasi sementara di berbagai hotel dan penginapan di sekitar lokasi workshop karena per tanggal tersebut kamar-kamar di Grand Cempaka Resort masih terisi penuh. Tanggal 4 September 2015 pukul 14.00 dipersilahkan check-in ke Grand Cempaka Resort.
 
LEARNING MATERIALS

1. Mind-Body Intervention
2. Self Healing, Placebo / Nocebo Effect
3. IHA Healing Framework
4. Introduction to Natural Substance Healing (herbs, stone, kristal dsb), Energy Healing, NLP and Hypnosis Healing, Trance Activation Healing, Body Manipulation Healing, Breath Healing, Quantum Healing, Touch Healing, Biofeedback Healing, Guided Imagery Healing, Frequency and Vibration Healing dan sebagainya.
5. Formulation of Healing Method
6. Healing Business Modelling
7. Healing Business Branding

THE HEALER MAKERS

Totok Pdy - Founder Systemic Thinking
Ifan Winarno - Founder Quantum X-Formation
Ikhwan Sopa - Founder E.D.A.N.

International Healer Academy @ 2015
Posted on Selasa, Juni 23, 2015 / 0 comments / Coachability Trainer >>

Minggu, Juni 21, 2015

Penyembuh dan Pengobat Alternatif

Siapa mau jadi penyembuh dan pengobat alternatif?
"Awaken the Healer Within"
Bogor, 4-6 September 2015


http://healer-academy.com
Posted on Minggu, Juni 21, 2015 / 0 comments / Coachability Trainer >>

Kamis, Juni 11, 2015

International Healer Academy

Penyembuhan alternatif menjadi "alternatif" karena tiga kemungkinan.
Pertama mungkin lebih efektif. Kedua mungkin lebih murah biayanya. Ketiga, mungkin lebih sedikit efek sampingnya.
"Percaya" adalah pintu masuk paling logis untuk mendalami atau menjalani penyembuhan alternatif, karena percaya adalah jembatan yang menghubungkan kemungkinan-kemungkinan dan membangunnya menjadi kenyataan-kenyataan.
Maka, kemampuan mengelola belief system adalah termasuk skill terpenting seorang healer.
Itu sebabnya, para trainer di International Healer Academy adalah praktisi yang mendalami dunia systemic thinking, praktisi yang mendalami samudera kemungkinan dan praktisi yang mendalami meta realism.
Menariknya, berdasarkan karakterisasi alumni dari para trainer ini, bisa diprediksi bahwa dalam workshopnya nanti mereka akan bertemu dengan para peserta yang praktisi dalam dunia naturalism, shamanism, klenik dan klinik, selain awam dan peminat.
Posted on Kamis, Juni 11, 2015 / 0 comments / Coachability Trainer >>

Selasa, Juni 09, 2015

Pengaruh Puasa Terhadap Otak dan Pikiran



Puasa, apakah kita menyongsongnya dengan rasa bahagia karena masih diberi kesempatan untuk bertemu dengannya, atau kita merasa bahwa prestasi dan produktifitas kita akan terganggu?

Tubuh Kita

Tubuh kita adalah ibarat sebuah tabung dan struktur memberan yang mengandung sub-sub tabung yang panjangnya jutaan mil. Di tubuh kita ada ribuan kaki persegi permukaan lapisan memberan. Sistem sirkulasi darah di dalam tubuh kita memiliki panjang sekitar 60.000 mil. Paru-paru kita terdiri dari 300 milyar pembuluh darah kapiler. Permukaan usus kita memiliki luas tak kurang dari 2.200 kaki persegi. Bayangkan bagaimana sibuknya tubuh kita mengolah dan sekaligus membersihkan sampah-sampah (benda asing, benda yang tidak cocok, barang beracun, materi tidak sehat, atau sel-sel yang mati). Bayangkan juga hal yang sama terjadi pada otak dan akhirnya pikiran kita.

Otak Dan Pikiran

Otak kita terdiri dari triliunan sel. Di dalam otak kita, bisa disimpan 1 milyar bit memori atau ingatan. Ini sama dengan informasi dari 500 set ensiklopedi lengkap. Hanya untuk urusan ingatan ini saja, otak kita memiliki lebih dari 100 milyar neuron (sel saraf) dengan 100 trilyun koneksi di antara mereka. "Pikiran" adalah proses kerja otak yang mengaitkan berbagai bit informasi ini.

Otak kita mampu mengerjakan lebih dari 100.000 reaksi kimia setiap detiknya. Ada sekitar 3.000 ribu lebih bahan kimia di dalam otak kita, yang memungkinkan kita bereaksi terhadap berbagai stimulus dari luar. Lebih dari 50 bahan kimia itu, berfungsi mengaktivasi daya ingat, sifat agresif, dan rasa nyaman serta rileks. 2.950 bahan kimia sisanya, sampai saat ini masih belum bisa diketahui secara jelas apa fungsinya. Dengan alat diagnostik yang paling canggih sekalipun, ternyata kerja otak dan pikiran kita masihlah merupakan misteri yang sangat besar.

Sisa bahan kimia sebanyak itu, tentulah juga punya pengaruh pada tiga hal yang sama. Pertanyaannya, "apakah sisa bahan kimia sebanyak itu lebih banyak berpengaruh pada daya ingat, pada peningkatan sifat agresif, atau pada peningkatan kemampuan untuk nyaman dan rileks? Atau, sebagian besarnya justru hanya sampah kimia?" Dalam dunia ilmiah, keterbatasan ini direfer dengan sebutan "medical science limitations".

Keterbatasan ilmu pengetahuan inilah yang pada akhirnya menjadi bukti nyata, tentang peran Tuhan dan keimanan sebagai sesuatu yang berada di atas akal dan ilmu pengetahuan.

Berpuasa Pro dan Kontra

Mungkin, ada puluhan atau bahkan ribuan referensi tentang berpuasa. Sebagiannya melihat berpuasa sebagai aktivitas yang positif dan bermanfaat, dan sebagian lagi melihat berpuasa sebagai aktivitas yang membahayakan kesehatan dan tidak berguna. Apa yang diuraikan berikut ini, hanya sedikit contoh. Namun demikian sekali lagi, baik pro maupun kontra ternyata keduanya bermuara pada hal yang sama.

Fenomena I: Pro Puasa

Pengaruh dan Hasil Positif Berpuasa

Puasa punya pengaruh baik:

- Eliminasi berbagai materi yang tidak diinginkan.
- Membuang dan mengkonsumsi sel-sel mati atau sakit.
- Membuang lemak yang tidak diinginkan.
- Memperkuat dinding usus.
- Membuang racun dalam darah, ginjal, hati, paru-paru, limpa.
- Membersihkan saluran pernafasan dan sinus.
- Membersihkan racun-racun pada sel-sel organ tubuh.
- Membuang kolesterol yang berlebihan.
- Meningkatkan fungsi immune system.
- Mempercepat penyembuhan berbagai penyakit.
- Memberi istirahat yang cukup bagi sistem pencernaan.

Secara umum hasil positif berpuasa adalah:

- Kejernihan mental.
- Penurunan berat badan secara sehat.
- Sistem saraf yang seimbang.
- Energi yang meningkat.
- Revitalisasi organ tubuh.
- Harmonisasi bio-chemistry sel.
- Kulit lebih sehat dan bagus, lembut, sensitif.
- Pergerakan fisik lebih nyaman.
- Sistem pernafasan lebih lancar dan ringan.
- Sistem pencernaan lebih sehat.

Pikiran Menjadi Lebih Tajam Dan Jernih Saat Berpuasa

Selama berpuasa, pikiran kita melambat. Hebatnya, perlambatan ini justru punya dampak lain, yaitu membuat pikiran lebih jernih karena lambatnya pikiran membuat kita berpikir lebih dalam. Dengan berpikir lebih dalam, kita akan menemukan berbagai hal, yang selama masa tidak berpuasa cenderung terabaikan. Berbagai detil yang selama ini kita lupakan, akan muncul menjadi fokus perhatian. Dan dari berbagai detil itu, bagian terbanyaknya adalah tentang introspeksi diri.

Dengan berpuasa, secara ilmiah pikiran kita akan menjadi lebih terbuka untuk menerima firman Tuhan. Dunia ini dipenuhi oleh hiruk pikuk teknologi yang sangat hebat dalam hal menarik perhatian kita. Semuanya berlomba-lomba tak kenal lelah. Dan Tuhan, jelas tidak termasuk dalam kompetisi ini. Dia tetap menunggu kita, sampai kita mengheningkan jiwa, sampai kita siap untuk mendengar-Nya.

Pikiran kita yang melambat ketika lapar, ternyata menjadi lebih tajam. Secara instingtif, bukti ilmiah ini bisa diterima terkait dengan fakta bahwa dalam banyak hal, masalah lapar adalah masalah kelanjutan hidup. Jadi wajar saja, jika rasa lapar membuat pikiran semakin tajam dan kreatif.

Sekelompok mahasiswa di University of Chicago diminta berpuasa selama tujuh hari. Selama masa itu, terbukti bahwa kewaspadaan mental mereka meningkat dan progres mereka dalam berbagai penugasan kampus mendapat nilai "remarkable".

Disimpulkan bahwa fisik dan mental mengalami kenaikan level. Salah satu yang paling menonjol adalah kestabilan emosi, yang disebabkan oleh terbebasnya mereka dari ketergantungan pada makanan, dan dari makanan dan minuman pemicu emosi seperti kopi, coklat, gula, dan lemak yang telah terbukti punya dampak buruk untuk kestabilan emosi.

Puasa Adalah Detoksifikasi

Berpuasa akan membersihkan (detoksifikasi) sistem tubuh dari berbagai racun yang terbentuk selama berbulan-bulan oleh pola makan yang buruk, lingkungan yang buruk, dan oleh emosi yang tersembunyi atau ditekan.

Puasa Membuat Awet Muda

Kita perlu membedakan antara "waktu" dengan "entitas". Sebagian besar penuaan entitas tidak terjadi karena perjalanan waktu. Penuaan itu terjadi karena "aktivitas antar entitas". Dan waktu atau usia, bukanlah "entitas". Air yang menetes di atas batu, sampai waktu tertentu akan membuat batu itu berlubang. Dalam hal ini, bukanlah waktu yang membuat batu itu berlubang melainkan air.

Dengan kata lain, berpuasa akan menekan dan mengurangi dampak buruk dari kebiasaan hidup yang buruk, yang dengan demikian akan membuat berbagai anugerah Tuhan dalam diri kita menjadi lebih tahan lama. Itu sebabnya, dua orang yang berusia 80 tahun secara fisik dan mental bisa sama sekali berbeda.

Usia tua tidak sepenuhnya merupakan "waktu hidup", melainkan juga "kondisi organisme". Sekali lagi, penuaan tidak sepenuhnya terjadi oleh perjalanan waktu, melainkan sebagian besarnya oleh "aktivitas antar entitas (sel, bahan kimia, energi, dan sebagainya) yang "beroperasi di dalam waktu".

Puasa Mempercepat Penyembuhan Dan Menangkal Berulangnya Penyakit

Kita mungkin tidak menyadari, bahwa tubuh kita sendirilah - dengan izin Tuhan, yang melakukan berbagai penyembuhan. Dalam banyak literatur, para ahli meyakini kebenaran self healing ini.

Obat merah tidak menyembuhkan luka, ia membersihkan dan menjadikan luka tidak kotor. Benang jahit operasi tidak menyatukan dua bagian tubuh yang terpisah. Sel tubuhlah yang melakukannya. Antibiotika juga tidak menyembuhkan sakit kita. Ia menjaga agar luka tetap higienis dan membunuh bakteri atau kuman agar tidak menghalangi proses penyembuhan. Penyembuh sakit atau luka itu, adalah diri kita sendiri.

Proses self healing ini, hanya akan berjalan mulus jika segala peralatan dan organ tubuh dalam keadaan sehat, berfungsi normal, dan tidak direcoki oleh berbagai racun, sampah, atau benda asing yang tidak diinginkan oleh tubuh.

Saat kita sakit, tubuh kita akan mengerahkan dan memfokuskan seluruh sumber daya untuk melakukan pembersihan dan perbaikan. Di antaranya, tubuh juga akan menurunkan selera makan dan menurunkan atau bahkan menghentikan aktivitas pencernaan. Itu sebabnya saat kita sakit, kita cenderung tidak berselera makan.

Saat kita sakit, di hari pertama tubuh kita akan membuang sejumlah besar sampah dan residu pencernaan. Beberapa hari kemudian, tubuh akan membersihkan sistem peredaran darah. Kemudian, tubuh akan membersihkan permukaan berbagai memberan di dalam tubuh, lemak, dan sel mati. Kemudian, lidah akan mulai terasa tebal dan nafas menjadi bau dan kotor. Itu semua, adalah proses pembersihan setiap kali kita membuka mulut.

Di tahap terakhir, proses pembersihan akan dilakukan terhadap racun dan sampah lama, yaitu racun dan sampah yang ada sebelum kita sakit, atau bahkan sejak kita dilahirkan. Sampah dan racun lama inilah yang kemungkinan besar membuat kita sakit, atau menjadi "siap sakit". Proses terakhir ini, cenderung efektif jika dilakukan dengan berpuasa, sebab proses ini menuntut pengaturan pasokan air yang teratur. Artinya, berpuasa punya dampak percepatan penyembuhan dan sekaligus punya dampak proteksi agar kita tidak menjadi sakit lagi.

Puasa Menjernihkan Otak

Seorang ilmuwan bernama Dr. Ehret menyatakan bahwa untuk hasil yang lebih dari sekedar manfaat fisik, yaitu agar mendapatkan manfaat mental dari aktivitas berpuasa, seseorang harus menjalani puasa lebih dari 21 hari.

Ilmuwan lain, yaitu Dr. E.A. Moras, mengatakan bahwa seorang pasien wanitanya telah menderita sakit mental selama lebih dari delapan bulan. Wanita itu telah berobat kesana-kemari termasuk ke para ahli saraf dengan hasil kurang memuaskan. Ia memintanya untuk berpuasa. Wanita itu mengalami perbaikan kondisi mental, dan bahkan dinyatakan sembuh setelah berpuasa selama lima minggu.

Di dalam otak kita, ada sel yang disebut dengan "neuroglial cells". Fungsinya adalah sebagai pembersih dan penyehat otak. Saat berpuasa, sel-sel neuron yang mati atau sakit, akan "dimakan" oleh sel-sel neuroglial ini.

Albert Einstein, adalah orang yang dikenal senang berpuasa. Saat ia meninggal ia mendonasikan tubuh (dan otaknya) untuk ilmu pengetahuan. Para ilmuwan menemukan bahwa sel-sel neuroglial di dalam otak Einstein ternyata 73% lebih banyak ketimbang rata-rata orang. Dengan kata lain, otak dan pikiran Albert Einstein, dalam konteks ilmu pengetahuan, dinyatakan "sangat jernih".

Sebuah paper oleh Dr. Ratey, seorang psikiatris dari Harvard, menyebutkan bahwa pengaturan dan pembatasan asupan kalori akan meningkatkan kinerja otak.

Dr. Ratey meriset mereka yang berpuasa dan memantau otak mereka dengan alat yang disebut "functional Magnetic Resonance Imaging" (fMRI). Hasil pemantauan itu menyimpulkan bahwa setiap individu obyek menunjukkan aktivitas "motor cortex" yang meningkat secara konsisten dan signifikan.

Ilmuwan lain, Mark Mattson, Ph.D., seorang kepala laboratorium neuroscience di NIH’s National Institute on Aging, hasil risetnya menunjukkan bahwa diet yang tepat seperti berpuasa, secara signifikan bisa melindungi otak dari penyakit de-generatif seperti Alzheimer atau Parkinson.

Risetnya menunjukkan, bahwa diet dengan membatasi masukan kalori 30% sampai 50% dari tingkat normal, berdampak pada menurunnya denyut jantung dan tekanan darah, dan sekaligus peremajaan sel-sel otak.

Dengan kata lain, riset itu menunjukkan bahwa stress karena sedikit makan, akan menghasilkan adaptasi dalam metabolisme sel dan meningkatkan kemampuan individu untuk mengurangi stress.

Fenomena II: Kontra Puasa

Sebuah riset yang hasilnya mengkhawatirkan dampak berpuasa pernah dilakukan oleh Marc Montminy, M.D., Ph.D., seorang profesor di Clayton Foundation Laboratories for Peptide Biology. Ia mengatakan "If you take out a loan, sooner or later you've got to pay your debt, and the same is true in fasting metabolism." Berpuasa itu seperti berhutang makanan dan energi. Cepat atau lambat hutang itu harus dilunasi.

Tubuh kita merespon puasa dengan bergeser dari kebiasaan menggunakan sumber energi beroktan tinggi, yaitu glukosa, ke sumber energi beroktan rendah, yaitu lemak. Sementara itu, otak kita kita sebenarnya lebih memilih untuk menggunakan sumber energi beroktan tinggi (ini sekali lagi menjelaskan mengapa berpuasa membuat pikiran kita menjadi "bolot").

Dalam kondisi berpuasa, energi itu harus diciptakan sendiri (bukan dari makanan), yang bahan bakunya diambil dari otot. Proses ini disebut dengan "gluconeogenesis". Proses ini bertujuan agar otak tetap bisa berfungsi normal dan mulus. Proses ini, menurut riset itu, harus terjadi dengan cepat dan sesegera mungkin dihentikan. Sebab jika tidak, akan terjadi pembuangan massa otot.

Dengan kata lain, berpuasa akan membuat seseorang menjadi semakin kurus. Bagi mereka yang bertubuh kegemukan, berpuasa mungkin adalah salah satu alternatif yang baik. Tapi bagi mereka yang sudah merasa kurus, bisa jadi malah berpengaruh sampai ke otak dan pikiran mereka.

Lebih dari itu, banyak fenomena dijumpai di lapangan menunjukkan kondisi mental yang menjadi kurang stabil atau fisik yang melemah selama berpuasa, dan berdampak pada turunnya produktifitas. Misalnya saja merasa malas, cepat naik darah, atau merasa kurang bertenaga.

Otak dan Pikiran yang Lebih Jernih dengan Berpuasa

Ilmu medis menghadapi keterbatasan yang luar biasa terkait dengan peningkatan dan penyembuhan fungsi otak dan pikiran. Sementara itu, obat kimia, resep, dan treatment yang tidak bijaksana dapat memunculkan efek samping yang membahayakan otak dan pikiran.

Dunia ternyata, membutuhkan sebuah intervensi yang sangat mendasar dalam rangka meningkatkan kualitas dan menyembuhkan penyakit otak dan pikiran; yaitu berpuasa.

Pertanyaan: Yang manakah yang terjadi pada diri kita saat kita berpuasa?

Jika yang terjadi adalah fenomena yang pertama, maka BERSYUKURLAH! Bersyukurlah kita telah termotivasi dengan benar oleh ilmu dan pengetahuan.

Jika yang terjadi adalah fenomena yang kedua, maka ketahuilah bahwa berpuasa adalah KESEMPATAN! Kesempatan, karena tidak segala hal bisa dimotivasi oleh akal, oleh ilmu pengetahuan, oleh para motivator, atau oleh para pakar. Berpuasa adalah kesempatan emas untuk termotivasi oleh motivator utama kita, yaitu Tuhan, kitab suci, dan petuah Nabi. Kemudian, dengan motivasi itu kita mendemonstrasikan keimanan dengan fisik yang lemah dan dengan pikiran yang bolot, tapi tajam, jernih, dan mendalam; Pikiran yang siap mendengar Firman-Nya.

Pro atau kontra, berpuasa adalah kesempatan emas untuk menaik-kelaskan otak dan pikiran. Syukur Alhamdulillah, jika akhirnya berpuasa bahkan berhasil menaikkan ketaqwaan. Aamiin.

Semoga bermanfaat.

Ikhwan Sopa
International Healer Academy 
http://healer-academy.com
Posted on Selasa, Juni 09, 2015 / 0 comments / Coachability Trainer >>

Rabu, Juni 03, 2015

Who Wants To Be A Professional Healer or Penyembuh ?

Who wants to be a professional helaer?
Siapakah yang ingin menjadi penyembuh profesional?

Klik or download the picture as a brochure.

International Healer Academy
http://www.healer-academy.com
Posted on Rabu, Juni 03, 2015 / 0 comments / Coachability Trainer >>

Minggu, Mei 31, 2015

Cara Menemukan Keajaiban

CARA MENEMUKAN KEAJAIBAN

Jika ingin menemukan keajaiban, berpikiranlah terbuka.

Pikiran kita menjadi tertutup setelah selama hidup pikiran kita ditanami patok-patok dan pagar pembatas atas nama panca indera. Sesungguhnya, panca indera adalah alat untuk mereduksi realitas yang sebenarnya, yang kemudian bahkan kita reduksi lagi ke dalam kata-kata, lalu kita menyebutnya fakta imiah dan kenyataan. Dan sesungguhnya, berolah pikir adalah justru untuk mengurangi reduksi itu.

Tanpa melampaui batas-batas yang ditetapkan Tuhan, sebenarnya kita bisa lebih merdeka. Bukankah keajaiban hanya menjadi ajaib bagi panca indera yang terpenjara?

Padahal, jika kita memutuskan untuk lebih merdeka, maka kita akan menemukan secuil demi secuil lagi tanda-tanda kebesaran Tuhan.

Siapa yang mau berpikiran terbuka, pikirannya akan semakin terbuka.

International Healer Academy
http://www.healer-academy.com
Posted on Minggu, Mei 31, 2015 / 0 comments / Coachability Trainer >>

Sabtu, Mei 30, 2015

International Healer Academy

International Healer Academy
http://www.healer-academy.com


IHA.
Posted on Sabtu, Mei 30, 2015 / 0 comments / Coachability Trainer >>

Jumat, Mei 15, 2015

Islamic Law of Attraction


THE LAW OF ATTRACTION VERSI ORANG YANG BERIMAN KEPADA TUHAN
I. Landasan Prinsip LOA
The Law of Attraction (LOA) berjalan di atas prinsip "sangkaan" di mana sangkaan yang baik akan menuai baik dan yang buruk akan menuai buruk. Bagi orang yang beriman kepada Tuhan, itu berarti bersangka baik kepada Tuhan dan Tuhan telah menjanjikan bahwa Ia sesuai dengan sangkaan hamba-Nya (Hadits).
Sangkaan baik kepada Tuhan adalah sangkaan tentang sifat-sifat baik-Nya yang dilekatkan pada nama-nama baik-Nya. Tuhan telah memperkenalkan setidaknya 99 nama-nama baik-Nya yang harus dijadikan dasar bagi sangkaan baik hamba-hamba-Nya (Quran).
Keharusan untuk menjadikan nama-nama baik-Nya sebagai dasar sangkaan hamba-Nya itu terkandung dalam sabda utusan yang dicintai-Nya untuk tidak menemui ajal kecuali dalam keadaan bersangka baik kepada-Nya (Hadits).
Seluruh sangkaan baik itu dijiwakan ke dalam dua elemen utama kehidupan yaitu keadaan senang dan keadaan susah yang mana hamba-Nya diperintahkan untuk memaknai keduanya sebagai ujian selama hidup sampai hamba itu mati, di mana setiap ujian adalah untuk menaikkan kelas yang diuji (Quran).
II. Outcome, Mekanisme, dan Target LOA
Outcome LOA adalah keadaan yang tanpa tergantung apakah keadaan itu diinginkan atau tidak, disukai atau tidak, diminta atau tidak, diharapkan atau tidak, dipikirkan atau tidak, akan menjadi ada dan terjadi, sepanjang target yang dipersyaratkan terpenuhi, sehingga memicu mekanisme penciptaannya secara otomatis. Outcome itu adalah: Menjadi makhluk yang diterima di muka bumi. Inilah keadaan akhir yang didambakan setiap praktisi LOA dengan apapun yang ingin didapatkannya di dunia ini.
Mekanisme LOA adalah sebagai berikut.
"Apabila Allah mencintai seorang hamba, Dia memanggil Jibril, lalu berkata, 'sesungguhnya Allah mencintai si Fulan, maka cintailah dia!' Kemudian Jibril mencintainya. Lalu, Jibril menyerukan kepada seluruh penghuni langit, 'sesungguhnya Allah mencintai si Fulan, maka cintailah dia!' Kemudian, penghuni langit pun mencintainya. Lalu, orang tersebut didudukkan sebagai orang yang diterima di muka bumi." (Hadits)
Target LOA adalah:
1. Dicintai Pemilik dan Penguasa Alam Semesta,
2. Dicintai Master Broadcaster Alam Semesta,
3. Dicintai Seluruh Jajaran Manajemen Alam Semesta.
Cinta, itu setingkat di atas sayang dan dua tingkat di atas kasih.
III. Pembatal LOA
Pembatal LOA adalah kemelekatan. Tujuh cara yang paling efektif untuk membebaskan diri dari kemelekatan adalah:
1. Berorientasi ke akhirat, sehingga tidak melekat pada dunia,
2. Berorientasi ke langit, sehingga tidak melekat pada bumi,
3. Berorientasi ke kematian, sehingga tidak melekat pada kehidupan.
4. Berorientasi ke spiritual, sehingga tidak melekat pada fisik.
5. Berorientasi ke jiwa, sehingga tidak melekat pada raga.
6. Berorientasi ke iman, sehingga tidak melekat pada pengingkaran,
7. Berorientasi ke pikiran, sehingga tidak terjebak oleh perasaan.
IV. State Pengaktivasi LOA
Delapanbelas state dalam vibrasi sangkaan baik yang mengaktivasi LOA, mencegah pembatalnya, mencapai targetnya, memicu mekanisme otomatisnya sehingga menciptakan outcomenya adalah:
01. Segera Bertaubat, mensucikan keseluruhan diri,
02. Menjaga Wudhu, mensucikan fisik,
03. Bersikap Adil, mensucikan akal,
04. Bertaqwa, mensucikan ketakutan,
05. Berbuat Baik, mensucikan tindakan,
06. Bertawakkal, mensucikan kepasrahan,
07. Bersabar, mensucikan kelemahan,
08. Mengikuti Sunnah Rasul, mensucikan keteladanan,
09. Menegakkan Ajaran Tuhan, mensucikan perjuangan,
10. Menghindari Berkata Keji, mensucikan perkataan,
11. Tetap Bersyukur di Saat Sedih, mensucikan perasaan,
12. Menjaga Sifat Malu dan Sopan, mensucikan hawa nafsu,
13. Beribadah Tanpa Dilihat Orang, mensucikan niat,
14. Saling Mencintai Di Jalan Tuhan, mensucikan cinta,
15. Mencintai Apa yang Diwajibkan, mensucikan tugas,
16. Tetap Santun saat Marah, mensucikan kekuatan,
17. Banyak Mengingat Mati, mensucikan batas waktu,
18. Mencintai yang Dicintai Tuhan dan Rasul-Nya, mensucikan penghambaan.
Dalam bahasa LOA, pensucian dikenal sebagai pengkutuban, keberpihakan, atau orbit, sebagaimana kutub utara dan selatan tidak pernah bertemu tapi selalu berseberangan dalam garis lurus, sebagaimana memilih A adalah tidak memilih B, dan sebagaimana bulan yang tak pernah lebih dekat dengan bumi dan tak pernah pula lebih jauh darinya. Pensucian adalah mencapai bersih dengan lebih dahulu mengakui kotornya. Bukan sok suci, tapi tak pernah berhenti mensucikan diri.
Seluruh state di atas berasal dari ajaran Quran dan Hadits. Beberapa versi menyatakan state-state yang berbeda tapi beresensi sama. Aktivasi state bisa dimulai dengan memilih salah satu state untuk dikuasai dan kemudian melatih state-state yang lainnya sebanyak mungkin dengan selalu mewaspadai pembatalnya.
Kita dimampukan memilih, tapi sebatas untuk menyangka.
Maka, pilihlah berbaik sangka.
Dan Allah Maha Tahu yang sebenarnya.
(Wallahu a’lam bish-shawabi).
*Tulisan ini terbuka untuk masukan dan koreksi.
Posted on Jumat, Mei 15, 2015 / 0 comments / Coachability Trainer >>

Sabtu, April 11, 2015

Coaching Mindset

COACHING:

Membantu seseorang dengan pendampingan yang sejatinya adalah mengamplifikasi tingkat hasratnya tentang sesuatu, dan membangun interaksi tanya jawab dengannya berbasis ciri-ciri dan tanda, dan dilanjutkan dengan pembiaran-pembiaran positif. Membantu diri sendiri juga sama.

SELF COACHING:

The best way to create any breakthrough is simply to let it happen. Cara terbaik untuk menciptakan sebuah terobosan adalah dengan membolehkannya terjadi. Penghalang terbesar antara kita yang hari ini dan kita yang kita inginkan adalah diri kita sendiri.
Posted on Sabtu, April 11, 2015 / 0 comments / Coachability Trainer >>
 
Copyright © 2011. Ikhwan Sopa - Coachability Trainer - Peak Performance Coach . All Rights Reserved
Theme Design by Herdiansyah . Published by Borneo Templates