Manajemen Pikiran Dan Perasaan, Ikhwan Sopa, Coaching, Buku, Pengembangan Diri, Motivasi, Komunikasi, Leadership, Kepemimpinan, Training, Pelatihan
"Manajemen Pikiran Dan Perasaan" (MPdP) adalah warna baru dalam dalam dunia pengembangan diri, self help, self development, life skill, team working, team building, organisation skill, leadership skill, intrapersonal dan interpersonal skill. Dapatkan bukunya di toko buku terdekat di kota Anda. Atau, dapatkan secara online di sini: "Manajemen Pikiran Dan Perasaan". Dapatkan ebook gratis anak buku "Manajemen Pikiran Dan Perasaan" (promotional pdf).
Audio: Talkshow di DRadio 103,4 FM:
Selamat membaca, selamat mendengarkan, dan semoga bermanfaat.
Latest Posts

Senin, Maret 19, 2012

Seminar Peningkatan Produktivitas Kerja



Aktivasi Personal Power

Setiap kita yang mengimani Tuhan adalah abdullah yang khalifah. Setiap kita adalah hamba Tuhan yang pemimpin.

Kunci utama untuk mencapai keberhasilan dan tujuan adalah sikap kepemimpinan yang bertanggungjawab. Sikap ini perlu dipahami sebagai elemen terpenting dalam hukum sebab-akibat. Kewenangan dapat dilimpahkan tapi tanggungjawab tak dapat dilimpahkan. Sikap yang bertanggungjawab perlu dipupuk dan dibangkitkan.

Sejauh mana dan seperti apakah sebenarnya kepemimpinan dan tanggungjawab kita dalam bekerja, dalam kehidupan, dan dalam mengejar cita-cita? Bagaimana higher consciousness kita mempersepsi kepemimpinan dan tanggungjawab? Bagaimana membangun logika dan pengetahuan tentang kepemimpinan dan tanggungjawab agar kita mampu menjalani hidup dan pekerjaan dengan lebih produktif?

Seminar Peningkatan Produktivitas Kerja

Seminar Sehari untuk Perusahaan dan Organisasi

Materi:

Pembangkitan Personal Power dalam diri individu-individu sumber daya manusia di dalam perusahaan atau organisasi Anda, melalui pergeseran kesadaran ke tingkat yang lebih tinggi, sehingga mereka:

Makin Bertanggungjawab
Makin Berkomitmen
Makin Berprestasi
Makin Produktif
Makin Mampu Mencapai Target
Makin Efisien dan Efektif dalam Bekerja
Makin Mampu Bekerjasama dalam Tim
Makin Mampu Memimpin
Makin Mampu Mengelola Waktu

Narasumber:

Ikhwan Sopa
Personal Power Coach
Master Coach MPdP
Master Trainer E.D.A.N.
Author "Manajemen Pikiran dan Perasaan"

Hubungi:

Rizal - 0857 5887 2292 (Nasional)
Fajar - 0858 4025 3839 (Nasional)
Slamet - 0812 33244487 (Jawa Timur)
Contact Us - Personal Power

Info:


QA Communication - 2012
read more...

Senin, Maret 12, 2012

Manajemen Pikiran dan Perasaan di IBF 2012

Pak menteri sempat singgah.

Note:
Dapatkan buku "Manajemen Pikiran dan Perasaan" setebal 392 halaman hanya Rp 39.000,- di Islamic Book Fair 2012 - Istora Senayan - stand penerbit Zaman.
Berlaku hanya untuk hari Sabtu, 17 Maret 2012.
read more...

Sabtu, Maret 03, 2012

Bagaimana Keyakinan Bekerja

Selamat malam sahabat,

Apa pengaruh keyakinan terhadap impian dan cita-cita?
Apa peran keyakinan dan bagaimana keyakinan bekerja?

1. Keyakinan menentukan jarak antara kita dan tujuan.

Dia yang berkata, "saya tidak yakin" sedang memanjangkan jarak itu, dan dia yang berkata, "saya yakin" sedang memendekkannya.

Tuan A dan Tuan B adalah dua orang baik yang bertemu karena suatu urusan. Tuan A adalah orang baik yang berkeyakinan baik. Tuan B adalah orang baik yang di dalam keyakinan baiknya terselip keyakinan yang buruk.

Tuan A dan Tuan B, berjalan bersama di suatu trotoar. Keduanya melintasi sebuah toko yang terlihat lengang. Di dalamnya tidak ada pengunjung dan penjaganya juga tak ada di sana, mungkin sedang makan siang atau mungkin sedang ke belakang. Di toko itu banyak dipajang barang-barang bagus yang menarik hati.

Tuan B tiba-tiba berkata, "Jika kita sambar beberapa barang, pasti tidak ada yang melihat kita. Yuk, mari kita lakukan!"

Tuan A tanpa pikir panjang berkata, "Tidak. Saya tidak mau melakukannya."

2. Keyakinan menghemat proses berpikir.

3. Karena menghemat berpikir, keyakinan mempercepat keputusan dan tindakan.

4. Karena menyegerakan keputusan dan tindakan, keyakinan menyegerakan tercapainya tujuan.

Tuan A dan Tuan B mungkin sama-sama berakhir pada kebaikan, atau mungkin sama-sama berakhir pada keburukan, atau keduanya mungkin akan berpisah jalan.

5. Keyakinan yang kuat mempengaruhi keyakinan yang lemah. Jika sama-sama kuat, dua macam keyakinan tak bisa disatukan. Keyakinan menuntut ketegasan pilihan.

Makin semangat!

Ikhwan Sopa
read more...

Senin, Februari 27, 2012

Waspadai Persepsi

Selamat malam sahabat,

Waktu kuliah, saya dan teman sekelas sempat terprogram oleh perilaku beberapa dosen.

Jika dosen statistik mulai melepas kacamatanya, maka dengan akurat kami menyimpulkan bahwa ia akan mulai bertanya kepada kami satu per satu. Jika yang ditanya mampu menjawab, ia akan memberi tanda kotak di depan nama yang bersangkutan. Ia punya catatan detil tentang itu.

Jika dosen matematika mulai mendekati jendela dan menyentuh handle kuncinya, maka dengan akurat pula kami memprediksi bahwa ia juga akan mulai bertanya.

Itu semua bisa disebut sebagai anchor.

Manusia itu makhluk yang luar biasa. Ia bahkan bisa belajar dengan akurat hanya dengan sekali pembelajaran alias one time learning. Pelajaran itu, bisa jadi tak akan pernah dilupakannya seumur hidup. Misalnya saja kejadian traumatik atau terciptanya phobia.

Sahabat trainer, pernahkah engkau mencoba memanfaatkan fenomena anchor ini? Misalnya dengan spatial anchor, alias anchor ruang. Di manakah engkau berdiri jika akan bertanya? Di mana engkau mengambil posisi jika akan bercanda? Di mana tempatmu berdiri jika engkau akan serius? Audience pun sama, mereka punya kapabilitas one time learning.

Saya pernah menguji efektifitas one time learning ini. Saat coffee break pertama, saya perhatikan wadah tempat teh dan kopi. Jika terbuat dari aluminium sehingga tak kelihatan isinya, maka sebelum break kedua saya tukar saja labelnya. Hasilnya, cukup banyak yang menikmati teh krimer alias teh tarik dan banyak juga yang terpaksa ngupi-ngupi. (Sekalian, ane minta maaf buat yang pernah mengalami ini karena keisengan saya.)

Lucu ya? Kok bisa kita begitu saja langsung percaya pada huruf dan kata-kata? Dan seberapa sering fenomena orang lain menggoyah keyakinanmu, atau bahkan sekedar pendapatnya malah engkau telan menjadi keyakinan?

Jangan percayai status ini.

Saya jadi ingat waktu kecil bagaimana yang terjadi dalam diri saya jika melihat om atau tante saya mempertemukan jempol dan jari tengahnya. Reaksi saya adalah mewaspadai telinga saya, dan bahkan seolah sudah terasa seperti diselentik.

Sahabat, apa yang terjadi dalam dirimu jika engkau melihat orang berwajah ramah menjulurkan tangan? Maka program aplikasi 'bersalaman' akan terpicu secara lengkap sampai 'exit' bahkan sebelum tangan orang itu mendekatimu. Bagaimana jika ia mem-break-pattern-mu di langkah program ke 7 dari 14 langkah program (start s.d. exit) hingga engkau seketika trance?

Bagaimana pula, jika engkau melihat sebuah tangan yang jari-jarinya dilipat kecuali jari tengahnya yang tegak berdiri?

Lebih parah lagi, kita melakukan one time learning dengan segala hal yang 'katanya'?

Waspadai persepsi sebab ia sering melompat begitu saja setelah resepsi panca indera.

Makin semangat!

Ikhwan Sopa
read more...

Be Your Own CEO

Selamat siang sahabat,

Seorang CEO adalah pemain visi dan misi. Mereka adalah generalis yang lebih banyak bekerja dengan intuisi. Segala yang logika dan teknis mereka serahkan kepada komputer dan kepada para spesialis yang bekerja operasional. Salah satu hobi terbesar mereka adalah menggelar meeting dan mengajukan pertanyaan.

Sahabat,

Jika hidupmu adalah perusahaan dan engkau adalah CEO-nya, maka apakah engkau memilih menjadi generalis atau spesialis?

Sahabat, dirimu adalah CEO tunggal yang telah diangkat oleh kehidupan, komisarismu adalah para malaikat, dan pemegang saham 100% untuk hidup dan dirimu adalah Tuhan. Jangan katakan engkau tidak mampu, sebab Mereka telah memberimu kewenangan.

Makin semangat!

Ikhwan Sopa
read more...