Seminar Basic Supervisory Skills
"SUPERVISORY SKILLS - IN A NUTSHELL"

Seminar Mindset Penjualan
"PRODUCTIVE SELLING MINDSET"

Seminar Pengembangan Diri, Leadership, dan Self Mastery
"HOW TO TURN MESS INTO MESSAGE"

Seminar Agen Perubahan - Agent of Change
"AGEN PERUBAHAN - AGENT OF CHANGE"

Workshop Pembicara Kharismatik - Charismatic Speaking
"PEMBICARA KHARISMATIK - CHARISMATIC SPEAKING"

Seminar Pelayanan Prima - Service Excellence
"SERVICE EXCELLENCE - PELAYANAN PRIMA"

Pelatihan Komunikasi Efektif - Effective Communication
"KOMUNIKASI EFEKTIF - EFFECTIVE COMMUNICATION"

Workshop Public Speaking - Pembicara Publik
"PUBLIC SPEAKING - PEMBICARA PUBLIK"

Seminar Peningkatan Produktivitas Kerja
"4 PRODUCTIVITY BOOSTERS SYSTEM"

Senin, Februari 17, 2014

Jangan Buru-Buru Menganggap Bayi Sakit

By: Ikhwan Sopa

Jangan Buru-Buru Menganggap Bayi Sakit


Alhamdulillah, setelah berlalu dua belas tahun, kami diamanahi bayi lagi. Senang rasanya tapi sering cemas juga. Ilmu perbayian yang pernah kami tahu seolah lenyap merembes ke bawah sadar. Namun sejalan dengan waktu dan begadang perlahan-lahan semua itu bisa muncul kembali.

Berikut ini adalah sekedar sharing pengalaman, agar orang tua tak terburu-buru menganggap bayinya sedang sakit. Tips ini bukan nasehat medis melainkan sekedar tips praktis berbasis pengalaman, itu sebabnya kami sangat terbuka jika ada koreksi medis atau jika ada tambahan tips dari pengalaman anda sendiri.

Bayi yang sehat juga bisa rewel dan inilah yang seringkali membuat orang tua seperti kehilangan akal karena tak tahu apa yang sedang terjadi.

Sebelum memutuskan untuk pergi ke dokter, check list berikut ini layak untuk diteliti, sebab mungkin bayi anda bukan sedang sakit melainkan sekedar rewel dan tak tahu cara menyuarakan keluhannya. Daftar ini hanyalah secuil dari begitu banyak kemungkinan yang membuat bayi yang sehat menjadi rewel.

1. TIPS UMUM

Bayi sehat yang rewel, ekspresi wajahnya lebih cenderung terlihat merajuk ketimbang sakit dan suara atau tangisannya berbeda dari suara atau tangisan bayi yang sakit. Apa yang diinginkan bayi tidak selalu digendong atau meminta susu.

2. IRITASI

Ciri-ciri: Bagian kulit yang memerah.

Bayi yang baru lahir kulitnya masih halus dan lembut. Apa yang nyaris tak terhindarkan adalah iritasi kulit yang membuat bayi menjadi rewel. Iritasi ini terjadi karena terbentuknya lipatan-lipatan kulit di leher, di lengan, di tangan, di kaki, di belakang lutut, di belakang telinga, atau di selangkangan seiring dengan membesarnya tubuh bayi. Iritasi juga bisa diakibatkan oleh kencing atau kotoran bayi yang mengandung garam atau zat kimia, khususnya di selangkangan, di anus, dan di belahan pantat.

Tips: Bersihkan dengan kapas halus yang dibasahi air, oleskan baby oil atau minyak zaitun (bedak tidak selalu membantu).

3. BIANG KERINGAT

Ciri-ciri: Bintik-bintik merah di sekujur badan.

Bayi yang baru lahir juga sedang latihan berkeringat, dan entah mengapa proses ini memunculkan biang keringat. Ini sepertinya cukup gatal bagi bayi sehingga bisa membuat mereka rewel.

Tips: Jangan mandikan dengan air yang terlalu hangat, tapi juga jangan dengan air yang terlalu dingin, oleskan baby oil atau minyak zaitun bila perlu. Sekali lagi, bedak juga tidak selalu membantu.

4. KUKU

Ciri-ciri: Luka gores khususnya di muka, di dekat hidung, atau di dekat mata.

Kuku bayi juga mengalami pertumbuhan dan hal ini bisa membuat kuku bayi menjadi panjang dan cukup tajam, sehingga dapat mencakar dirinya sendiri khususnya di daerah wajah. Kuku bayi yang panjang juga bisa tersangkut pada pakaiannya atau pakaian orang tua.

Tips: Potong kuku bayi dengan berhati-hati selagi ia tidur. Jika masih sulit pasangkanlah kaos tangan untuknya sampai kukunya mudah digunting.

5. PERUT KEMBUNG

Ciri-ciri: Perut yang kembung dan keras.

Bayi yang baru lahir cukup mudah mengalami perut kembung, baik karena masuk angin, karena kekenyangan, karena kurang buang angin, karena kurang buang air, atau karena kurang bersendawa.

Tips: Hindari udara yang terlalu dingin, oleskan minyak telon minimal pagi dan sore, sendawakan bayi dengan menegakkannya di dada sembari memegang kepalanya dan menepuk-nepuk punggungnya (”di-ek”), dan bantulah ia mengangkang sambil telentang agar mudah buang angin atau buang air besar.

6. HIDUNG TERSUMBAT

Ciri-ciri: Terus menerus mengusap hidung.

Bayi yang baru lahir belum terampil bernafas lewat mulut sehingga hidung yang tersumbat dapat membuatnya menjadi rewel. Carilah tahu apakah bayi sedang mengalami hidung tersumbat dengan mendengarkan dan merasakan nafas dari mulut atau hidungnya.

Tips: Posisikan kepalanya lebih tinggi dari badan dengan bantal yang cukup tebal. Jika lubang hidung yang tersumbat adalah sebelah kanan, miringkan tubuhnya menghadap ke kiri dan sebaliknya dengan menjaganya agar tak tertelungkup, oleskan sedikit minyak telon di pucuk hidungnya, hindarkan dari udara yang terlalu dingin, dan jika terpaksa sedotlah dengan mulut dan dengan berhati-hati hidung yang tersumbat agar lendir bisa dikeluarkan, dan hati-hatilah mencungkil upilnya jika lendir mengeras.

7. TERKILIR, KECETIT, PEGAL-LINU

Ciri-ciri: Bayi rewel tanpa henti (tidak selalu karena ini).

Bayi memang sangat sering menegangkan otot dan anggota tubuhnya. Ingatlah kembali pergerakan-pergerakan bayi dan pergerakan-pergerakan orang tua, apakah ada yang mungkin membuatnya terkilir, misalnya saat mengangkat, saat menggendong, atau saat memasukkan lubang-lubang pakaian ke tubuhnya (tangan, kaki, leher).

Tips: Mintalah bantuan kepada ahli “pijat urat” atau “pijat perut” khusus bayi yang terpercaya, dan biasakanlah “pijat kenikmatan” yang dilakukan oleh orang tua sendiri sambil berinteraksi dengannya - bayi sangat menyukainya.

8. KELELAHAN

Ciri-ciri: Sulit tidur.

Bayi yang sehat cenderung aktif. Jika kelelahan mereka akan sulit tidur atau mengalami gagal tidur.

Tips: Pasifkan bayi jika dirasa sudah cukup aktifitasnya dengan berhenti mengajaknya bermain, pancinglah rasa kantuknya dengan mengelus lembut ubun-ubun atau alisnya, bisa sambil digendong atau sambil ditelentangkan di pembaringannya.

9. SAWAN

Ciri-ciri: Marah, jengkel, sedih, takut, atau bahkan seperti “kesambet”.

Bayi yang sehat senang bermain dan berinteraksi dengan orang, dengan objek atau mainan, atau bahkan dengan “sesuatu yang tak terlihat”. Sayangnya, bayi masih belum tahu kapan harus berhenti. Jika kebablasan bayi bisa rewel.

Tips: Alihkan fokus dan perhatiannya kepada istirahat atau tidur, selalu hindarkan bayi dari kaget karena suara, karena obyek dan benda, atau karena bertemu dengan orang baru.

10. RAMBUT

Ciri: Tiba-tiba menangis yang mungkin bisa berlanjut menjadi rewel.

Rambut bayi bisa cepat memanjang. Jika belum sempat dicukur, rambut bayi bisa terjambak oleh dirinya sendiri atau oleh orang tua. Rambut bayi juga bisa terjepit, tertarik, atau tersangkut pada pakaian, di lipatan lengan orang tua yang menggendongnya, atau di pakaian mereka sendiri atau di pakaian orang tua.

Tips: Cermati posisi dan pergerakan bayi dan orang tua, dan cukurlah rambutnya secara rutin.

11. KUTU BUSUK , SEMUT, NYAMUK

Ciri-ciri: Bekas gigitan hewan kecil pada tubuh.

Salah satu yang sering kurang diwaspadai orang tua adalah aktivitas hewan kecil seperti kutu busuk, semut, atau nyamuk yang menggigit bayinya. Gigitan hewan-hewan kecil ini dapat membuat bayi rewel. Hewan-hewan ini terpancing oleh bau sisa susu, sisa makanan, sisa kotoran bayi yang terselip dan belum sempat dibersihkan, sisa bedak atau minyak, atau kerak kulit di kepala, di cuping telinga, dan di tubuh bayi.

Tips: Buka pakaian bayi dan teliti bekas gigitan atau keberadaan hewan-hewan ini, dan bersihkah tubuh bayi dari sisa, kotoran, dan kerak, dan teliti keberadaan makhluk-makhluk kecil ini di tubuh mereka dan di sekitar mereka.

12. ALAT DAN PAKAIAN

Ciri-ciri: Bekas lebam, merah, atau goresan di tubuh bayi.

Alat bayi dan pakaian bisa melukai bayi sehingga dapat menjadi sumber kerewelan bayi. Misalnya payet, asesori, dan pernik pada pakaian orang tua, atau bak mandi bayi plastik yang didasarnya ada bekas cetakan pabrik yang menonjol atau tajam.

Tips: Sederhanakan pakaian orang tua agar “akrab bayi”, lapisi dasar bak mandi dengan kain lembut agar punggung atau pantat bayi tidak tergores saat mandi.

13. GAYA DAN LINGKUNGAN

Ciri-ciri: Serba salah.

Bayi yang sehat senang mengeksplorasi, tapi karena belum bisa berdiri ia menuntut orang tua menggendongnya kian kemari. Bayi juga senang variasi, kadang ia senang diayun ke kanan dan ke kiri, kadang ke atas dan ke bawah, kadang senang kepalanya yang digoyang ringan ke kanan ke kiri atau ke atas ke bawah, kadang senang di atas bibirnya atau dagunya diketuk dengan jari secara perlahan-lahan (ini biasanya memancing bayi untuk mengoceh). Suatu saat, bayi mungkin ingin berada di kamar tidur, kemudian ingin berada di ruang lain, atau bahkan ingin keluar rumah. Jika gaya dan preferensinya pada suatu saat tidak diikuti oleh orang tua, bayi bisa rewel.

Tips: Ikutlah bereksplorasi.

Semoga bermanfaat.
Posted on Senin, Februari 17, 2014 / 0 comments / Pembicara Motivator >>

Kamis, Februari 13, 2014

Sabar dan Syukur

By: Ikhwan Sopa

Yuk kita belajar bareng bersabar dan bersyukur. Ini sekedar koleksi inspirasi tentang sabar dan syukur. Isinya mencakup vibrasi sabar - syukur. Rahasia sabar - syukur. Hakikat sabar - syukur. Kekuatan sabar - syukur. Manfaat sabar - syukur. Hikmah sabar - syukur. Keutamaan sabar - syukur.

Selengkapnya silahkan mengunjungi link ini:

http://qacomm.com/sabar-syukur.html

Semoga bermanfaat.
Posted on Kamis, Februari 13, 2014 / 0 comments / Pembicara Motivator >>

Minggu, Desember 29, 2013

Syarat Masuk Surga

By: Ikhwan Sopa
http://qacomm.com

Mau masuk surga tuh harus mati dulu.

Mau surga beneran harus mati beneran.
Mau surga-surgaan harus mau mati-matian.

Mau surga full harus mati full.
Mau setengah surga harus mau setengah mati.

Begitu lahir kita langsung terdaftar sebagai anggota pasukan berani mati.
Berhentilah mengeluhkan kerja keras karena itu jati diri.

Bekerjalah yang keras tapi dengan cerdas.

-Penghujung 2013-
Posted on Minggu, Desember 29, 2013 / 0 comments / Pembicara Motivator >>

Selasa, Desember 10, 2013

Tips Memulai Hari

By: Ikhwan Sopa

Pagi teman-teman. Berikut ini inspirasinya dari Jeff Haden, tips untuk memulai hari. Semoga bermanfaat.

1. POWER POSE

Tetapkan pose tubuh dan cara berdiri yang kita anggap powerful dan berdaya, resapi paling tidak selama dua menit. It works.

2. ENERGY LEVEL

Lakukan assessment singkat terkait tingkat energi kita (misal: 1 s.d. 10), naikkan seoptimal mungkin. It works.

3. SMILE

Jika situasi mulai memburuk, mulailah tersenyum. It works.

4. GO!

Ikhwan Sopa
http://qacomm.com
Posted on Selasa, Desember 10, 2013 / 0 comments / Pembicara Motivator >>

Minggu, September 08, 2013

Supervisory Skills - In A Nutshell

By: Ikhwan Sopa


Berikut ini adalah informasi tentang Seminar Basic Supervisory Skills.
Silahkan mengunjungi halaman berikut ini.

Seminar Basic Supervisory Skills

Seminar ini adalah seminar tentang dasar-dasar pembinaan dan supervisi.
Posted on Minggu, September 08, 2013 / 0 comments / Pembicara Motivator >>

Senin, Juli 29, 2013

Filosofi Donat

By: Ikhwan Sopa

Jika perasaan kita semakin memburuk, maka diri kita semakin sulit untuk percaya bahwa diri kita baik dan berhak atas keberhasilan. Bertahanlah, tetalpah di dalam kebaikan dan lakukanlah yang terbaik.

Kita tak bisa menghitung nikmat Tuhan saking banyaknya. Apa yang bisa kita lakukan adalah mensyukuri setiap detil supaya tambah nikmat.

Hidup ini seperti donat.

Bolong hampa yang di tengah itu harus selalu ada supaya ia tetap bisa disebut donat. Tapi, yang kita nikmati adalah pinggirnya yang lembut, manis, dan lezat.

Gitu kan prens?
Posted on Senin, Juli 29, 2013 / 0 comments / Pembicara Motivator >>

Senin, Juli 22, 2013

Mengapa Profesional Non-Penulis Harus Menulis

By: Ikhwan Sopa

"Communication is the most important skill in life."
Stephen Covey - Pengarang Seven Habits

“Reading maketh a full man, conference a ready man, and writing an exact man”
Sir Francis Bacon - Bapak Ilmu Pengetahuan Modern

“Writing – the art of communicating thoughts to the mind – is the great invention in the world… Great, very great, it enabling us to converse with the dead, the absent, and the unborn, at all distances of time and space, and great not only in its direct benefits, but its great help to all other inventions.”
Abraham Lincoln - Mantan Presiden Amerika

“From poetry to letters to stories to laws, we must learn to write in order to participate in the range of experiences available to us as human beings. Our spiritual lives, our economic success, and our social networks are all directly affected by our willingness to do the work necessary to acquire the skill of writing. In a very real way neither our democracy nor our personal freedoms will survive unless we as citizens take the time and make the effort needed to learn how to write.”
Mantan Senator, Bob Kerry - National Commission on Writing

"Kemampuan menulis setiap orang hanya dibatasi oleh imajinasi."
Ikhwan Sopa - Kayaknya belon ada yang ngomong begini he...he...he..

Sebagai profesional, kita dituntut untuk selalu berhubungan dengan pihak lain. Berhubungan dengan pihak lain dilakukan dengan berkomunikasi. Kemampuan berkomunikasi yang baik, benar, efektif dan efisien adalah tuntutan mutlak bagi kemajuan karir, enterpreneurship dan leadership.

Mengapa harus Menulis?

Dalam berkomunikasi lisan, kita menyampaikan ide kepada orang lain. Komunikasi itu hanya akan berjalan dengan baik jika apa yang hendak disampaikan memang bisa tepat sama dengan apa yang dipersepsi oleh pihak penerimanya.

Dalam menulis, kata-kata adalah batu bata dalam berkomunikasi yang memiliki fungsi sama. Berbicara kepada anak-anak membutuhkan bahasa lisan yang bisa dimengerti dan dipahami oleh anak-anak. Berbicara kepada orang tua dari kaum profesional juga menuntut hal yang sama. Begitu pula dengan menulis.

Jika Anda sudah berbicara seumur hidup Anda, maka Anda sangat mungkin tidak menghadapi kendala dalam berkomunikasi lisan. Akan tetapi, jika akumulasi aktivitas menulis Anda hanya 3 tahun sementara usia Anda sudah 25 tahun atau lebih, maka Anda sangat mungkin mengalami berbagai kesulitan dalam berkomunikasi secara tertulis. Sebabnya hanya satu, jam terbang Anda dalam menulis masih terhitung rendah. Maka sekali lagi, Anda tidak punya pilihan lain kecuali mencoba untuk menulis sebanyak Anda membaca, sebanyak Anda mendengar dan sebanyak Anda berbicara.

Formulir, laporan, proposal bisnis, hasil pertemuan, perjanjian, pernyataan, research memo, judicial review dan sebagainya jelas menuntut keahlian menulis yang baik. Itu artinya perlu latihan, brainstorming dan diskusi. Salah satu media latihan yang terbaik adalah menulis di berbagai media seperti jurnal, majalah, surat kabar dan sebagainya atau bahkan menulis buku. Dan sekarang, ada internet, blog, dan fesbuk.

Jangan Lupakan Modal Dasar Yang Telah Anda Bangun

Ingatlah kembali bagaimana sulitnya Anda belajar saat masih di Taman Kanak-kanak, saat di SD, SMP, SMA atau bahkan di bangku kuliah. Anda telah belajar dengan keras, susah payah atau bahkan menyakitkan. Mulanya Anda hanya dituntut untuk bisa berkata-kata. Kemudian Anda diperkenalkan pada huruf dan simbol. Selanjutnya Anda dituntut untuk selalu membaca. Pada saat yang sama, Anda juga mulai dituntut untuk mulai menulis dan mendengarkan orang lain. Memasuki SMP, Anda diharapkan sudah menguasai semuanya.

Sejak saat itu Anda mulai menguasai semuanya. Anda mulai pintar membaca, mendengar orang lain lewat debat dan diskusi, mulai pandai berbicara dan sesekali menulis. SEKALI-SEKALI? Ya Anda hanya menulis sekali-sekali saja! Coba Anda hitung dan bandingkan porsi Anda dalam membaca, mendengar, dan berbicara dengan menulis. Anda pasti terkejut bahwa aktivitas menulis Anda tidak akan mencapai 25% dari keseluruhan aktivitas Anda. Dalam banyak hal pada hari ini, pekerjaan menulis laporan atau proposal bahkan sudah menjadi semacam alergi bagi Anda sendiri. Apa yang terjadi?

Yang terjadi sesungguhnya adalah ketidakseimbangan dalam perkembangan kemampuan Anda. Dan dalam hal ini, Anda telah menyia-nyiakan apa yang telah Anda peroleh sejak kecil dengan mengembangkannya tanpa memperhatikan proporsi. Kemampuan menulis itu penting. Penting bagi karir Anda, penting bagi cita-cita Anda dan penting bagi karakter kepemimpinan Anda.

Perhatikan grafik di bawah ini.



Selama sekolah Anda mungkin masih bisa menyeimbangkan kemampuan dalam menulis, membaca, mendengar dan berbicara. Akan tetapi begitu Anda memasuki dunia karir dan wilayah kerja, perkembangan kemampuan menulis Anda mulai tertinggal jauh dari kemampuan Anda dalam membaca, mendengar dan berbicara. Sangat mungkin, kemampuan itu menjadi stagnan atau bahkan menurun. Cepat atau lambat, sesuai karakteristiknya penurunan kemampuan dalam menulis justru akan menjadi hambatan bagi kemampuan Anda dalam berbicara, mendengar dan membaca.

Apa artinya?

Tidak menulis, berarti Anda telah menyia-nyiakan kemampuan dasar yang Anda peroleh di masa-masa awal pendidikan Anda. Dengan kata lain, telah terjadi penyimpangan dari rencana hidup atau blue print Anda sendiri!

Berikut ini adalah fakta-fakta tentang pentingnya menulis bagi keberhasilan seorang profesional.
Hackett, Betz & Doty (1985), dalam sebuah buku mereka mengungkapkan bagaimana karir seseorang bisa dikembangkan melalui sebuah matriks seperti ini.



Kemampuan menulis adalah bagian yang tak terpisahkan dari pengembangan Job-Specific Skill. Oleh sebab itu, mereka meletakkan kemampuan menulis sebagai salah satu unsur utama. Menurut mereka, kemampuan menulis bisa dikembangkan dengan cara-cara:

- Sering menulis berdasarkan kegunaan (purpose) spesifik atau audience spesifik;

- Memahami fakta bahwa “menulis” adalah “menengok kembali” (writing is revising). Dengan kata lain, menulis adalah memperdalam keahlian Anda;

- Memperoleh pengalaman editing yang akan bermanfaat tidak hanya untuk menulis akan tetapi secara keseluruhan bermanfaat untuk pengembangan kemampuan riset dan auditory atau observasi;

- Mempublikasikan tulisan.

Seorang pakar komunikasi, Donna M. Mc. Cune mengungkapkan pengalamannya.

Bisa jadi Anda adalah seorang profesional yang hebat. Berapa lamakah karir Anda akan tetap bersinar? 10 tahun? 20 tahun? 30 atau 50 tahun? Jika profesi Anda menuntut pemikiran yang hebat, atau jika Anda harus bekerja dengan tangan atau kaki Anda, Anda mungkin masih bisa melakukannya dengan baik saat ini.

Bagaimana dengan 20 atau 30 tahun lagi? Anda jelas tidak akan bisa bertahan hanya dengan menekan-nekan tombol keyboard di depan komputer untuk melakukan entry atas hal-hal yang sama sepanjang hidup Anda. Jika Anda bercita-cita menjadi petani atau traveller pengeliling dunia sekalipun, Anda juga sudah harus mempersiapkannya dari sekarang. Ada satu hal yang bisa amat membantu mencapai apapun cita-cita Anda di masa depan, dan pada saat yang sama menyelesaikan berbagai tugas Anda di masa sekarang dengan lebih baik, yaitu dengan lebih sering menulis. Gitu pren...

Jika kita perhatikan baik-baik, tingkatan achievement yang dianggap paling tinggi bagi seorang profesional adalah membagi semua ilmu yang dimiliki kepada orang lain. Itu sebabnya setiap orang hebat di dunia pada akhirnya akan menulis buku atau menjadi public speaker yang berbicara di depan orang banyak. Artinya, hampir bisa dipastikan bahwa karir setiap profesional akan bermuara pada aktivitas berbicara dan menulis. Menjadi pembicara atau penulis. Seorang S3 pada akhirnya harus mampu berbicara dan menulis dengan baik. Seorang pedagang asongan yang sempat menjadi konglomerat pun demikian. Maka, menulis adalah alat survival Anda.

Anda harus percaya, muara manapun yang Anda pilih – pembicara atau penulis, kemampuan menulis adalah salah satu tulang punggungnya. Masalahnya, apa yang sudah Anda persiapkan mulai sekarang, sementara kita mengetahui bahwa aktivitas menulis kita terbilang minim?

Yang berikut ini banyak contoh dari "dunia otak kiri", sementara menulis erat hubungannya dengan "dunia otak kanan".

Pada tahun 1988, sebuah survey melaporkan bahwa 79% dari eksekutif yang menjadi objek survey mengungkapkan bahwa menulis adalah kemampuan yang paling diabaikan dalam dunia bisnis. Padahal menurut mereka, keahlian menulislah yang justru paling penting dalam konteks produktifitas.

Pada tahun 1989, seberkas white paper berjudul “Perspectives on Education: Capabilites for Success in Accounting Profession” mengungkapkan bahwa semua dari 8 besar kantor akuntan publik (Big-8 Firms) menyepakati bahwa akademi dan universitas manapun semestinya menyediakan suatu kurikulum, yang bisa mengembangkan kemampuan komunikasi para siswa.

Pada tahun 1990, Accounting Education Change Commission, menggaungkan sentimen yang sama sekali lagi dalam “Objectives of Education for Accountants: Position Statement Number One.” Para siswa, calon akuntan dan para profesional yang menunjukkan kemampuan komunikasi yang kuat, secara tegas menunjukkan keunggulan dalam pasar tenaga kerja dan berkecenderungan lebih berhasil di sepanjang karirnya. Keahlian komunikasi dalam bentuk tertulis yang kuat akan bermuara pada job placement yang lebih baik, dipercaya untuk memikul tanggung jawab yang lebih besar, kepuasan kerja yang lebih besar, hasil yang lebih tinggi dalam job performance evaluations dan kemajuan karir yang lebih pesat. Kemampuan menulis yang tidak jelas, ambiguous dan tak terorganisir dengan baik akan menghasilkan kerugian berupa turunnya tingkat kepercayaan supervisor atau client’s goodwill.

US Labor Departement (Depnakernya Amrik) memberikan catatan bahwa sebagian besar bidang profesi dan pekerjaan di masa yang akan datang, akan menuntut kemampuan menulis sebagai salah satu syarat utama. Dunia kerja terus berubah dan yang akan survive adalah orang-orang yang memiliki kemampuan dalam komunikasi, tanpa memandang bidang pekerjaannya (1991).

Pada tahun 1992, Associated Press melaporkan hasil sebuah survey yang dilakukan terhadap 402 perusahaan. Survey itu mengungkapkan bahwa para eksekutif memberi penghargaan tertinggi pada kemampuan menulis namun dalam kenyataannya, 80% pegawai mereka berada pada tingkat memprihatinkan sehingga harus di upgrade kemampuan menulisnya. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 20% dibandingkan hasil survey yang sama tahun 1991.

Tahun 1993, Olsen Corp. – sebuah perusahaan penempatan tenaga kerja – melakukan sebuah survey yang menunjukkan bahwa 80% dari 443 pegawainya memerlukan pelatihan khusus untuk meningkatkan kemampuan menulisnya.

Berbagai studi menunjukkan bahwa sepertiga dari kantor akuntan publik di Amerika ternyata tidak puas terhadap kemampuan komunikasi yang dimiliki oleh para akuntan baru. Salah satu dari studi itu menunjukkan bahwa kemampuan menulis yang buruk ternyata memiliki peran sebagai penyebab para akuntan entry-level kehilangan pekerjaannya (Kim, “Accountants as Communicators,” Trusted Professional, edisi Desember 1998).

Dari 19 karakteristik yang dipersyaratkan recruiter kantor akuntan publik, teridentifikasi bahwa kemampuan menulis menempati urutan kelima paling penting sebagai karakteristik penentu dalam penyaringan awal calon akuntan baik di kampus-kampus maupun dalam proses interview. Kemampuan menulis memiliki ranking yang lebih tinggi dari pada kemampuan teknis ("Beta Alpha Psi Membership, Work Experience, and Reputation of The College or University", Moncada dan Sanders, “Perceptions in the Recruiting Process” CPA Journal, edisi Januari 1999).

Dari 22 macam keahlian yang dianggap kritis dalam bisnis dan ekonomi, praktisi akuntansi me-ranking kemampuan komunikasi tertulis sebagai keahlian yang paling penting untuk dikembangkan di lingkungan mahasiswa (Albrecht dan Sack, “Accounting Education: Charting the Course through a Perilous Future” Agustus, 2000).

Menurut sebuah survey dari majalah Fortune 500, para senior tax executives menemukan bahwa kemampuan menulis adalah termasuk atribut yang paling penting dalam proses perekrutan (Paice dan Lyons, “Addressing the People Puzzle” Financial Executive, edisi September 2001).

Kemampuan menulis yang sempurna secara jelas membedakan high performers dalam bidang konsultasi perpajakan dari orang-orang yang semata-mata menginterpretasikan dan menerapkan aturan perpajakan (Sherrie Winokur, Tax Partner, Pricewaterhouse Coopers.)

Sebuah survey yang dilakukan oleh suatu tim dari Southern Utah University terhadap 90.000 anggota AICPA (American Intitute of Certified Public Accountants) dan IMA (Institute of Management Accountants). Dari 2.181 respon yang masuk seluruhnya menunjukkan bahwa “writes well” – kemampuan menulis yang baik adalah satu dari tujuh keahlian yang sangat penting yang harus dimiliki oleh setiap akuntan khususnya di tingkat entry level.

Enam atribut lainnya, ternyata juga kembali pada faktor pentingnya kemampuan menulis yaitu kemampuan mendengar secara efektif, kemampuan menggunakan tata bahasa yang baik dalam berbicara dan menulis, kemampuan membuat dokumen dengan ejaan yang tepat, kemampuan mengajukan pertanyaan yang tepat saat berhadapan dengan klien, kemampuan untuk mengorganisir informasi ke dalam kalimat dan paragraf, dan kemampuan untuk menggunakan vocabulary bisnis dengan benar.

National Commission on Writing di Amerika Serikat (beranggotakan 4.300 sekolah dan perguruan tinggi) mengungkapkan beberapa hal berkaitan dengan perlunya “revolusi dalam menulis” sebagaimana disarikan berikut ini.

Grammar atau tata bahasa, retorika dan logika adalah dasar-dasar yang membangun proses real learning dan self-knowledge. Artinya, semua itu adalah dasar bagi pengembangan proses belajar yang nyata dan bagi pengembangan karir pribadi seseorang. Kemampuan untuk mengatakan sesuatu secara benar, baik dan masuk akal adalah nilai dasar bagi dunia pendidikan. Oleh karena itu, menulis dengan baik adalah sebuah kemampuan yang tidak boleh ditinggalkan atas dasar tiga pilar utama sebagai berikut.

Pertama, aktivitas menulislah yang telah merubah dunia. Berbagai revolusi di dunia dimulai dari menulis. Dalam banyak hal, menulis telah meningkatkan taraf hidup manusia secara keseluruhan, apapun bidang yang dirambahnya. Dalam faktanya, segala hal yang menekan dan terjadi dalam sejarah selalu mendorong orang untuk kembali ke tinta dan alat tulis.

Kedua, aktivitas menulis secara nyata telah terbukti memperkaya kehidupan politik setiap negara. Para pemimpin besar telah memadukan unsur kekuatan dan persuasi yang bisa mendorong orang melihat berbagai hal dari sudut-sudut baru yang lebih baik. Mereka telah menggunakan kekuatan kata, bahasa dan tulisan untuk mengingatkan kembali perlunya berbagai standar yang lebih tinggi guna mencapai kesejahteraan yang lebih baik.

Ketiga, menulis ternyata juga bisa mengungkap secara sangat mendalam berbagai hal yang seringkali orang tidak melihatnya. Padahal, semua hal yang tadinya tak terlihat itu adalah bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan setiap orang.

Menulis adalah sesuatu yang lebih jauh dan dalam dari sekedar menguasai tata bahasa dan tanda baca. Menulis adalah sebuah proses yang dapat mengembangkan kemampuan dalam berpikir dinamis, kemampuan analitis dan kemampuan membedakan berbagai hal secara akurat dan valid. Menulis bukan hanya sebuah cara untuk mendemonstrasikan apa yang telah diketahui, lebih dari itu menulis adalah cara untuk memahami apa yang telah diketahui. Menulis akan meningkatkan rasa percaya diri, dan rasa percaya dirilah yang akan memunculkan berbagai kreatifitas dan rasa bahagia.

Manfaat Banyak Menulis

Manfaat pribadi yang bisa diperoleh dengan menulis adalah:

- Koneksi dan jaringan untuk kepentingan karir;
- Pengetahuan yang lebih mendalam;
- Motivasi personal dan sosial yang meningkat;
- Financial reward;
- Kredit akademis;
- Hubungan dengan dunia ilmu yang tak terputus. Ilmu selalu berubah dan berkembang.
- Kemampuan yang lebih baik dalam bekerja secara tim (team work);
- Kemampuan yang lebih baik dalam aspek komunikasi yang lain seperti membaca, mendengar dan berbicara;
- Peningkatan dalam kemampuan presentasi;
- Peningkatan percaya diri dan personal branding. Anda menaikkan status dan posisi personal branding dan corporate branding Anda dengan cara yang elegan dan tanpa biaya. Ingatlah bahwa di era sekarang, Personal Branding adalah hal yang penting.
- Profesional plus. Nilai plus-lah yang bisa memperpanjang karir Anda dan membantu mencapai berbagai harapan dan cita-cita;
- Anda telah membuka pintu-pintu baru bagi masa depan Anda yang lebih baik, apapun konsepsi Anda tentang masa depan itu. Anda mulai membangun rumah-rumah baru bagi masa depan Anda sendiri;
- Anda siap dengan berbagai argumentasi dan analisis akurat di semua bidang;
- Anda menjalani profesi Anda dengan lebih baik dan dengan masa depan yang lebih baik. Itu pasti;
- Anda sudah mulai membenahi apa-apa yang sudah Anda pelajari sejak kecil dengan bersusah payah dan sempat tersia-sia. Dengan demikian, Anda akan memiliki kemampuan yang seimbang dalam mengembangkan diri dan profesi. Anda akan mampu, survive dan sukses dengan personal branding yang kuat;
- Ini adalah KESEMPATAN bagi Anda untuk BERINVESTASI.

TUNGGU APA LAGI?

Saya Tidak Punya Waktu

Ungkapan itu sebenarnya berbahaya. Anda mengatakan tidak punya waktu karena mengejar dan menyelesaikan berbagai hal dalam pekerjaan, karir dan cita-cita. Bagaimana mungkin Anda tidak punya waktu untuk sesuatu yang dapat membantu semua itu terwujud? Bukan tidak mungkin, waktu Anda yang tersita habis selama ini justru disebabkan karena kekurangoptimalan Anda dalam membaca, mendengar, berbicara dan menulis. Dan menulis, ibarat “sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui".

Dengan menulis, Anda memperbaiki dan meningkatkan kualitas Anda dalam membaca, mendengar dan berbicara.

Di samping itu, ada banyak cara yang bisa membantu Anda dengan berbagai hal yang dapat menghemat waktu berharga Anda seperti, teknik wawancara, teknik ghost writing, teknik asistensi dan riset, dan berbagai teknik lain sesuai kesepakatan. Atau yang lebih mudah; blogging dan noting di FB!

Saya Tidak Berbakat Menulis

Sekali lagi, ungkapan Anda berbahaya. Anda tidak semestinya membangun tembok-tembok bagi pengembangan pribadi Anda sendiri dengan tidak membuka pintu dan peluang baru yang mencerahkan masa depan Anda.

Dalam banyak kasus, berbagai media yang ada seringkali dibangun dan dikembangkan oleh orang-orang teknis yang SAMA SEKALI tidak berlatar belakang dunia tulis-menulis. Para kontributor mereka juga demikian. Itu sebabnya media-media itu tidak melulu berpaling pada orang-orang dari dunia jurnalistik. ANDALAH orang yang paling tepat untuk menulis. Anda adalah jurnalis. (Saya sendiri, pernah menjadi seorang pemred di sebuah majalah. Padahal, saat itu saya adalah seorang akuntan dan konsultan keuangan.)
Tidak ada yang bisa menjanjikan bahwa tulisan Anda akan fenomenal. Tapi siapapun bisa menjamin bahwa tulisan Anda bisa diperbaiki menjadi sesuatu yang lebih menguntungkan Anda.

Saya Tidak Boleh Menggunakan Nama Perusahaan dalam Menulis

Anda boleh memilih untuk anonymous. Anda bisa menggunakan nama “Si Keren Ujang” misalnya, dan jika tulisan Anda sudah mulai diminati, maka cepat atau lambat “Si Keren Ujang” akan identik dengan nama Anda sendiri. Ingatlah bahwa menulis adalah investasi dan kesempatan itu sering diberikan dengan free.

Bidang Saya Tidak Terkait dengan Apa yang harus Ditulis

Hampir semua bidang menjadi aspek mendasar dalam kehidupan setiap bangsa. Profesi Anda juga pasti bisa dikaitkan ke sana. Oleh karena itu dunia tertentu bisa ditinjau dari segala aspek dan profesi yang ada. Anda bisa memandangnya dari segi hukum, seni, ekonomi, manajemen, sumber daya manusia, sosiologi, psikologi dan bahkan pertanian dan ilmu alam.

Anda ungkapkan saja ide-ide yang Anda punya sesuai bidang Anda, mereka akan membuatnya menjadi wacana. Anda bahkan cukup berbicara tentang dunia Anda, merekalah yang akan membumbuinya dengan aspek bidang mereka.

Saya Pernah Menulis dan Ditolak

Pada prinsipnya, apa yang dilakukan adalah bukan penolakan. Setiap media sangat memahami bahwa setiap pemikiran dan ide semestinya bisa diungkapkan dan dirilis kepada publik. Hanya saja seringkali mereka dengan terpaksa harus mendahulukan tulisan yang siap rilis. Anda hanya ditantang untuk bersaing; tulisan Anda atau tulisan orang lain. Itu saja. Ada media yang mungkin siap mengolah kembali tulisan Anda dari keadaan seadanya dan menjadikannya alat investasi bagi Anda. Sebab, mereka memahami bahwa dunia di luar sana amat membutuhkan buah pikir Anda.

Kompensasinya Masih rendah

Tergantung cara pandang dan orientasi Anda.

Saya Tidak Bisa Menuangkan Ide

Hampir semua media mengembangkan berbagai cara untuk bisa menjadi wadah bagi aliran ide dan pemikiran Anda. Pada prinsipnya, mereka akan mencoba berbagai hal untuk bisa menangkap ide Anda. Bila perlu, mereka menerapkan metode wawancara atau ghost writing. Yang penting, Anda punya sesuatu yang juga penting.

Saya Nggak PD

Menulis adalah salah satu cara terbaik untuk menaikkan PD Anda secara elegan dan profesional. Justru karena itulah Anda harus menulis.

Saya Sudah Menulis di Tempat Lain

Saya sih yakin, tidak ada satu media pun yang melarang seorang penulis untuk menulis di media lain. Setidaknya hal itu bisa ditengahi dengan berbagai kesepakatan. Mereka tidak ingin melakukan hal itu. Anda bebas menulis di media lain. Mereka hanya beranggapan bahwa mereka adalah salah satu media dari semua media yang ada, dan mereka amat memahami fokus dan keunikannya masing-masing sebagai sebuah media. Yang jelas, dengan menulis Anda sudah membangun nilai plus bagi personal branding Anda.

Saya Adalah Penulis Buku dan Bukan Penulis Artikel Pendek

Dalam banyak hal, Anda mungkin punya ide atau gagasan yang tidak cukup panjang dan dalam untuk dijadikan sebuah buku. Atau sebaliknya, sebuah buku Anda bisa Anda sarikan dalam bentuk yang lebih pendek berupa artikel. Ini berarti promosi bagi buku Anda sendiri. Selain itu, waktu yang dibutuhkan untuk menulis artikel cenderung lebih singkat. Sementara itu, kontak Anda dengan pembaca cenderung bisa lebih ditingkatkan frekuensinya. Ini akan sangat menguntungkan bagi buku-buku Anda di masa depan. Dan jika Anda cukup sering menulis, koleksi artikel Anda itu bisa Anda jadikan buku di kemudian hari.

Saya Tidak Menguasai Aturan Main di Bidang Itu

Mungkin Anda benar. Akan tetapi, yakinilah bahwa Anda adalah satu dari sedikit orang yang memahami aturan mainnya – apapun bidang itu. Artinya, pemikiran Anda tetap dibutuhkan oleh orang banyak yang jauh lebih awam daripada Anda sendiri.

Media Itu Tidak Blak-Blakan

Ini adalah kendala yang dihadapi setiap media selama hidupnya. Visi dan misi setiap media mengharuskan mereka berdiri pada posisi yang netral dengan asumsi bahwa posisi itu akan memberikan manfaat yang lebih besar bagi semua sistem dan budaya, serta bagi semua khalayak yang terlibat di dalamnya. Pada prinsipnya, setiap media harus mengungkapkan apa adanya, namun demikian hal itu harus dilakukan dengan bijaksana.

Adalah tanggung jawab mereka untuk mengungkapkan sesuatu yang blak-blakan dalam cara yang lebih konstruktif, Anda tetap bisa menulis blak-blakan. Namun Anda harus memahami, menulis blak-blakan yang tidak disertai dengan kebijaksanaan akan lebih destruktif sifatnya. Oleh karena itu, banyak media lebih memilih pendekatan yang bijaksana, sistemik dan ilmiah. Ini saatnya rekonsiliasi dan bukan saling menyakiti.

Saya Lebih Suka Menulis Fiksi

Ya monggo. Ada yang sudah menyediakan tempatnya, dan mereka akan mencoba mentransformasikan ide dan gagasan Anda ke dalam “format mereka”.

Tidak Ada Komputer untuk Menulis

Haree genee?! Anda tidak bisa beralasan seperti itu. Banyak media juga menerima kontribusi dalam bentuk tulisan tangan. Bahkan, ada juga yang menerima ide dan gagasan dalam bentuk suara atau gambar.

Sudah Terlambat bagi Saya untuk Menulis

Tidak. Inilah saatnya di mana Anda bisa menuangkan segala ide dan gagasan Anda demi masa depan diri sendiri dan demi masa depan bangsa ini. Jika Anda sebagai ahlinya tidak mau berbicara, maka segala cita-cita termasuk cita-cita pribadi Anda, akan terkendala.

Raihlah tingkatan tertinggi dalam kemampuan profesi. Jadilah orang yang eksak. Jadikanlah dunia bisa berbicara kepada yang sudah mati, kepada yang tidak hadir, dan kepada yang belum lahir.

"Hanya ada satu cara untuk meningkatkan kemampuan menulis, yaitu menulis. Apa saja."

Semoga bermanfaat.

Ikhwan Sopa
http://www.qacomm.com
Posted on Senin, Juli 22, 2013 / 0 comments / Pembicara Motivator >>

Jumat, Juli 19, 2013

Kuliner Mental: Bangkit Komplit


By: Ikhwan Sopa

Kuliner Mental: Bangkit Komplit

Bangkit Komplit (1)

Lakukan Lagi. Bukan yang tadi yang kamu gagal, tapi yang dulu yang kamu berhasil.

Bangkit Komplit (2)

Rasakan Lagi. Semangatmu yang dulu pernah memberhasilkanmu.

Bangkit Komplit (3)

Percayai Lagi. Keyakinan yang dulu sangat bisa kamu andalkan.
Posted on Jumat, Juli 19, 2013 / 0 comments / Pembicara Motivator >>

Minggu, Juli 07, 2013

Renungan Akhir Tahun

By: Ikhwan Sopa

1. Aku yakin bahwa aku adalah pribadi yang baik. Aku yakin apa yang buruk asal-muasalnya dari luar. Aku lahir seputih kertas dan noda hitam datangnya belakangan. Tugasku adalah rajin mencuci bersih dan obat terbaik untuk setiap penyakit adalah pencegahan.

2. Aku tak suka dikritik, oleh karena itu aku tak boleh terlena oleh pujian. Keduanya adalah sisi kembar dari koin yang sama. Jika aku dipuji maka kuteruskan itu kepada Yang Maha Terpuji. Jika aku dikritik, resepku adalah menambahkan sejumput cinta.

3. Jika aku merasa tidak nyaman, itu datang karena aku menyesalkan yang sudah lalu atau aku terlalu mengkhawatirkan yang belum datang. Aku memilih untuk selalu hidup di sini dan di dalam sekarang agar aku punya ruang dan waktu untuk melakukan yang terbaik.

4. Jika aku takut melakukan kesalahan, kan kuingat bahwa tak semuanya harus benar dulu untuk bisa melakukan kebaikan.

5. Pencuri kedamaian perasaanku adalah pikiranku. Itu, seperti memarkir kendaraan tanpa memasang kunci pengaman. Kunci pengaman hidupku yang sedang parkir di dunia adalah kewaspadaan pikiran.

6. Jalan tercepat menuju tujuan selalu jalan terpendek. Jalan terpendek selalu jalan yang lurus. Cara tercepat itu adalah sabar dan syukur.

7. Hidup senang atau hidup susah adalah pilihan perasaanku. Jika aku memilih untuk susah, maka tak seorangpun bisa membantuku untuk senang.

8. Toleran kepada orang lain adalah berusaha mengerti bahwa mereka sedang melakukan hal yang sama dengan diriku, dengan cara mereka sendiri.

9. Senyumku hampir selalu mampu menghilangkan aspek ilusi dari masalah. Ia menjadi lebih jernih dan jelas hanya karena aku masih mampu tersenyum di dalam tangisan.

10. Yang bagus untuk kulakukan sangat bagus bila kulakukan sekarang.

11. Kesalahan terbesarku adalah selalu merasa benar sehingga aku menjadi malas belajar.

12. Jika aku kehilangan harapan, maka aku kehilangan masa depan. Kan, memang di sana tempatnya untuk apapun yang aku harapkan?

13. Menunda-nunda adalah penyalahgunaan kekuatan harapan.

14. Jika kemana-mana aku bertemu musuh, maka aku harus berhenti membenci.

15. Jika cintaku murni, maka mestinya tak ada tuntutan dan harapan yang berlebihan. Bukankah kami berdua telah menyatu?

16. Bahagiaku tak akan berkurang dengan dibagi-bagi. Ketika aku membahagiakan orang lain, aku merasakan kebahagiaannya di dalam diriku sendiri. Apa bedanya itu dengan kebahagiaan yang ku cari-cari selama ini?

17. Yang mengejar bayang-bayang tak akan pernah bisa memeluknya, yang menuju cahaya bayangan akan mengikutinya.

18. Merasa punya harapan dapat membahagiakan aku. Jika aku merasa punya harapan tapi tidak bisa berbahagia sekarang, maka aku bukan sedang berharap tapi sedang menuntut. Tuhan pasti tidak suka.

19. Hidup ini adalah tentang berjalan bersama orang-orang sulit di sekelilingku. Sejarah ini sudah dimulai sejak jaman Nabi Adam. Menghindari mereka sebelum waktunya hanya berpindah dari satu masalah ke masalah lain. Aku perlu tetap tersenyum dan menawarkan kebaikan. Mereka adalah tempat aku belajar.

20. Kan kujadikan apa yang baik dan apa yang buruk sebagai pengalaman berinvestasi untuk hidup yang nanti.

21. Kekayaan sejati sumbernya dari dalam. Jika aku bisa menilai tinggi bahkan hal-hal yang kecil di dalam diriku, maka aku sungguh sudah kaya raya.

22. Yang kaya itu bukan pemilik, tapi penilai. Jika rumah kecilku di desa begitu berharga dan aku menolak mereka yang ingin membelinya dengan harga milyaran, maka aku kurang kaya bagaimana? Aku akan merasa miskin, jika aku gagal menilai tinggi apa-apa yang telah dianugerahkan Tuhan kepada diriku dan ke dalam hidupku.

23. Kalau mau sekedar senang, itu gampang, tinggal ngawur aja kok. Lihat saja hiburan, lawakan, dan tayangan. Semua itu ngawur tapi menyenangkan. Untuk berbahagia, mungkin lain lagi caranya, yang pasti lebih berseni. Itu sebabnya bahagia itu gampang-gampang susah dan bukan susah-susah gampang.

24. Tanpa kusadari, aku belajar menemukan cara-cara lain selain dari menggunakan kekuatan perasaan. Dengan menenangkan pikiran, aku akan sampai ke balik dindingnya dan bersentuhan dengan intuisi. Yang jika jernih, hampir pasti merupakan cerminan dari nurani.

25. Mudah menerima dan sulit memberi itu egois. Mudah memberi dan sulit menerima itu juga egois. Lingkarannya harus utuh sebab siklus itu yang membuat aku tumbuh.

26. Hidup adalah belajar, belajar konsisten menjawab pertanyaan sebelum hidup dan pertanyaan setelah mati.

Pertanyaan pertama, saat aku masih di alam ruh, ditanyakan langsung oleh-Nya, "Bukankah Aku ini Tuhanmu?"

Pertanyaan itu diajukan sebagai tag question, yang jawabannya hanya tunggal karena pastinya situasi. Kujawab dengan "ya" dan karena begitu yakin kutambahkan "bahkan" ketika aku menyatakan akan bersaksi setelah lahir nanti bahwa Ia Maha Esa.

Pertanyaan kedua, saat aku sudah di liang lahat, ditanyakan oleh malaikat, "Nnnnaaah, kalau sekarang siapa Tuhanmu?"

Di antara dua pertanyaan itulah aku hidup untuk belajar, dengan doa belajar yang bunyinya "Radhiitu billaahi rabba..."
Posted on Minggu, Juli 07, 2013 / 0 comments / Pembicara Motivator >>

Koleksi Artikel Motivasi dan Komunikasi

Posted on Minggu, Juli 07, 2013 / 0 comments / Pembicara Motivator >>

Senin, Juni 24, 2013

Pelatihan Komunikasi Efektif

By: Ikhwan Sopa

Informasi tentang pelatihan komunikasi yang efektif. Silahkan mengunjungi situs berikut ini:

Komunikasi Efektif

Semoga bermanfaat.
Posted on Senin, Juni 24, 2013 / 0 comments / Pembicara Motivator >>

Jumat, Mei 31, 2013

Profil Ikhwan Sopa

Berikut ini adalah halaman profil Ikhwan Sopa sebagai pembicara.

Ikhwan Sopa - Pembicara

Pembicara Motivasi dan Pengembangan Diri.
Posted on Jumat, Mei 31, 2013 / 0 comments / Pembicara Motivator >>
 
Copyright © 2011. Ikhwan Sopa - Pembicara Motivasi - Motivator Pengembangan Diri . All Rights Reserved
Theme Design by Herdiansyah . Published by Borneo Templates