Seminar Mindset Penjualan
"PRODUCTIVE SELLING MINDSET"

Seminar Pengembangan Diri, Leadership, dan Self Mastery
"HOW TO TURN MESS INTO MESSAGE"

Seminar Agen Perubahan - Agent of Change
"AGEN PERUBAHAN - AGENT OF CHANGE"

Seminar Pelayanan Prima - Service Excellence
"SERVICE EXCELLENCE - PELAYANAN PRIMA"

Workshop Public Speaking - Pembicara Publik
"PUBLIC SPEAKING - PEMBICARA PUBLIK"

Seminar Peningkatan Produktivitas Kerja
"4 PRODUCTIVITY BOOSTERS SYSTEM"

Rabu, Mei 22, 2013

Workshop Public Speaking - Pembicara Publik

By: Ikhwan Sopa

Informasi tentang workshop public speaking atau pembicara publik.

Silahkan mengunjungi halaman situs ini:

Workshop E.D.A.N. - Public Speaking - Pembicara Publik

QA Communication 2013
Posted on Rabu, Mei 22, 2013 / 0 comments / Read More

Seminar Pelayanan Prima - Service Excellence

By: Ikhwan Sopa

Informasi tentang seminar pelayanan prima atau service excellence.

Silahkan mengunjungi halaman situs berikut ini:

Seminar Pelayanan Prima - Service Excellence

QA Communication 2013
Posted on Rabu, Mei 22, 2013 / 0 comments / Read More

Minggu, Mei 05, 2013

Agen Perubahan - Agent of Change | Seminar Perubahan

By: Ikhwan Sopa
http://www.qacomm.com

Agen Perubahan - Agent of Change | Seminar Perubahan

Bagaimana Mentransformasi Diri Menjadi Agen Perubahan (Agent of Change) dengan Sukarela atau Terpaksa. Perubahan pasti terjadi dan perubahan dapat diciptakan. Setiap orang dapat menjadi agen perubahan. Seminar tentang seluk-beluk perubahan dan bagaimana mentrnsformasi diri menjadi agen perubahan (change agent).

Info selengkapnya: http://perubahan.qacomm.com
Posted on Minggu, Mei 05, 2013 / 0 comments / Read More

Sabtu, Mei 04, 2013

Manajemen Konflik

By Ikhwan Sopa
http://www.qacomm.com

Konflik ternyata punya manfaat, sebab segala sesuatu tidak tercipta dengan sia-sia.

KARAKTERISTIK KONFLIK

Konflik terjadi ketika ada dua atau lebih nilai, sudut pandang,prinsip, atau pendapat berkontradiksi satu sama lain.

Konflik dapat terjadi:

1. Di dalam diri kita sendiri (konflik internal), yaitu ketika merasa tak lagi hidup di dalam sistem nilai yang kita yakini sebagai kebaikan dan kebenaran.

2. Ketika kita merasa bahwa nilai, sudut pandang, prinsip, atau pendapat kita sedang terancam (konflik eksternal).

3. Ketika kita merasa terancam oleh ketakutan dan kekhawatiran akibat kekurangtahuan atau oleh sesuatu yang tidak kita ketahui, atau oleh rasa kurangnya pencapaian (konflik eksternal). Ini bisa diselesaikan dengan terus belajar.

Konflik adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan. Di dalam konsep kerjasama tim ada "form, storm, norm, perform". Selain "pembentukan", "penciptaan norma dan standar", dan "berunjuk kerja", ada juga "badai". "Di dalam konsep perubahan ada "pain, isolate, heal, dan commitment." Selain "mengisolasi diri", "penyembuhan", dan "berkomitmen", ada juga "merasakan sakit". Semua fase di dalam kerjasama tim dan perubahan itu adalah tahapan-tahapan yang paling alamiah di dalam kehidupan.

Maka, konflik sebenarnya juga membawa kebaikan di baliknya. Di manakah letak kebaikannya?

MANFAAT KONFLIK

1. Konflik membantu memunculkan dan mempertegas persoalan.
2. Konflik memberi kekuatan untuk lebih fokus pada isu-isu dari persoalan.
3. Konflik membantu kita untuk tetap hidup realistis "di dunia nyata" yang tidak sempurna.
4. Konflik membantu kita untuk belajar dan mengambil manfaat dari berbagai perbedaan.

Lantas, di manakah letak bahaya dari konflik?

BAHAYA KONFLIK

1. Ketika konflik menjadi penghambat produktivitas.
2. Ketika konflik merusah moral di dalam keseharian.
3. Ketika konflik menjadi berkepanjangan dan seakan tak berujung.

Di manakah titik kritis dari mulai merebaknya bahaya konflik di atas?

Titik kritis itu ada pada dampak konflik yang menciptakan rasa tidak nyaman. Manusia adalah makhluk perasaan. Maka, bukanlah konflik yang menjadi persoalan melainkan dampak buruknya pada perasaan.

PERAN ORGANISASI DAN MANAJEMEN DALAM MENCIPTAKAN KONFLIK

1. Budaya komunikasi yang buruk. Misalnya:

- Ketika orang-orang di dalam organisasi terus-menerus mengalami "shock" karena keputusan dan tindakan manajemen yang mengejutkan atau mendadak, sementara mereka tidak menerima informasi yang cukup jelas dan tepat waktu tentang semua keputusan dan tindakan itu.

- Ketika orang-orang di dalam organisasi kurang memahami alasan di balik berbagai keputusan dan tindakan manajemen. Lebih dari itu, mereka mungkin merasa kurang dilibatkan di dalam pengambilan keputusan.

- Ketika mereka, akibat segala fenomena di atas, mulai lebih mempercayai "pabrik gosip" ketimbang informasi resmi dari manajemen.

2. Kesimpangsiuran peran sumber daya. Misalnya:

- Tidak jelas "siapa" mengerjakan "apa".
- Rasa frustrasi akibat berbagai keterbatasa di dalam sumber daya (komputer berebut, komputer ngadat, sering mati listrik, telepon bisnis dengan pulsa sendiri, pergi keluar urusan dinas tidak diongkosi, dan sebagainya).

3. Perbedaan-perbedaan di dalam karakter pribadi. Misalnya:

- Perbedaan budaya asal, perbedaan usia, sistem nilai pribadi dan sebagainya.
- Rasa tidak suka terhadap "sesuatu" di dalam diri sendiri, yang mengakibatkan rasa tidak suka terhadap "sesuatu" itu yang juga ada pada diri orang lain.

4. Aspek kepemimpinan. Misalnya:

- Kebiasaan menghindari konflik.
- Kebiasaan tidak cukup memfollow-up keputusan.
- Terulangnya persoalan yang sama dan berkepanjangan.
- Kekurangpahaman supervisor terhadap karakteristik pekerjaan timnya (sindrom "orang meja versus orang lapangan" atau "orang admin versus staf operasional").

CARA ORANG BERURUSAN DENGAN KONFLIK

1. Menghindar. Berpura-pura tidak melihat atau tidak merasakan keberadaan masalah.
2. Mengakomodir secara negatif. Menyerahkan persoalan kepada orang lain atas nama pelimpahan wewenang dan otorisasi.
3. Berkompetisi. Menyelesaikan persoalan dengan cara sendiri.
4. Berkompromi, demi berlalunya isu dan persoalan.
5. Berkolaborasi, demi rasa kebersamaan dan komitmen.

CARA BERURUSAN DENGAN KONFLIK INTERNAL


1. Identifikasi konfliknya, jika perlu jadikan proyek dan beri nama. Ingatlah bahwa "nama=makna". Tanpa nama, sulit memberi makna. Dan tanpa makna, yang ada adalah kebingungan dan ketidakjelasan.

2. Berbicaralah kepada seseorang. Ini diperlukan untuk meringkaskan konflik menjadi deskripsi yang lebih pendek dan akurat.

3. Ambillah sebuah sudut pandang terhadap konflik. Gunakan sebuah "kacamata", misalnya "pengembangan diri", "kemajuan karir", "pribadi", "masa depan profesi", "karyawan", "pebisnis", dan sebagainya. Seberapa pentingkah terselesaikannya konflik ini? Apakah memburuknya konflik ini terjadi karena kita lelah, karena kita marah, atau karena hal lain? Apa peran diri kita di dalam konflik ini? Pemicu, penyebab, memperparah, meringankan, memperjelas, memperberat? Ini diperlukan untuk memutuskan apakah kita perlua melakukan yang nomor 2 di atas.

4. Lakukan apa yang bisa kita lakukan secara konstruktif terkait dengan konflik. Uraikan deskripsi konflik (poin 2 di atas) menjadi poin-poin isu. Pilih setidaknya satu isu yang bisa kita garap untuk keluar dari konflik. Lalu tentukan setidaknya tiga tindakan terkait dengan isu itu. Untuk setiap tindakan, tentukan minimal tiga pro dan kontranya. Pilih tindakan yang paling meringankan konflik.

5. Lakukan. Tunggu perkembangan setidaknya satu hari, guna menentukan tindakan lain.

CARA BERURUSAN DENGAN KONFLIK EKSTERNAL


1. Segeralah menemukan hal-hal yang tidak kita sukai di dalam diri kita sendiri. Tuliskan jika perlu. Sadarilah bahkan ini sering menjadi pemicu bagi sensasi tidak nyaman yang kita rasakan.

2. Belajarlah untuk "calm". Berbicaralah seolah-olah orang lain "calm", apapun situasinya.

3. Hindari kata-kata "kamu", "anda", "kau", dan sebagainya guna menghindari tuding-menuding.

4. Gunakan bahasa tubuh yang menyamankan, beri tanda yang jelas dengan bahasa tubuh kita.

5. Gunakan tatapan mata, hanya ketika kita merasa "calm".

6. Jika perlu berdiskusi cukup panjang, manfaatkan ruang yang punya privasi.

7. Beri kesempatan pada orang lain untuk berpikir sejenak, menarik nafas, atau menimbang-nimbang sesuatu.

8. Tidak menginterupsi atau menghakimi. "Apa kubilang!", "Makanya!", "Tuhkan!", "Lagi-lagi", "Kamu selalu saja...", lebih baik gunakan "oleh sebab itu" atau "justru karena itulah". Kalimat yang sedikit lebih panjang ini akan membuat suara kita lebih ritmis dan tidak berasosiasi pada teriakan.

9. Jangan menembak dengan "kenapa?" atau "mengapa?", lebih baik gunakan pertanyaan terbuka, "menurut kamu...", "apakah jika...?", atau "apa yang perlu kita lakukan...?" - Kita perlu latihan paraphrasing atau re-phrasing untuk digunakan sebelum kalimat-kalimat di atas. "Ok, kamu tadi bilang...", "tadi kamu mengatakan...", "jadi, ....".

10. Gunakan "I message" bukan "You message", "Kamu anggap saya ini...!", "Saya merasa dianggap...", "saya bisa merasakan bahwa..."

11. Sebisa mungkin bicarakan "yang sekarang" dan "yang di sini". Jangan bawa-bawa masa lalu yang tak perlu.

12. Biasakan mengungkapkan "rasa", seperti poin 10 di atas.

13. Perjelas ketika kita menyetujui atau tidak menyetujui sesuatu, gunakan bahasa yang bijak dan menenteramkan.

14. Urusilah isunya, bukan orangnya.

15. Biasakan menyelipkan kalimat, "apa yang bisa kita lakukan?"

16. Ketika "pencairan" sudah terjadi, sepakatilah setidaknya satu tindakan, dan mintalah setiap orang mendukung tindakan itu. Jika belum bisa, tetapkanlah "time out" untuk mendinginkan suasana.

17. Jangan lupa, berterimakasihlah untuk setiap keterlibatan orang lain.

18. Jika konflik masih berkepanjangan, kembalilah ke kebijakan dan prosedur resmi tentang sikap dan perilaku yang diperbolehkan. Naikkan konflik ke jenjang hirarki yang lebih tinggi. Pertimbangkan keterlibatan pihak ketiga untuk membantu menyelesaikan konflik.

Disarikan dari materi oleh Carter McNamara MBA, PhD dalam "Field Guide to Leadership and Supervision".
Posted on Sabtu, Mei 04, 2013 / 0 comments / Read More

Selasa, April 16, 2013

Pembicara Selling Skill - Keahlian Menjual

By: Ikhwan Sopa

Jika anda membutuhkan informasi mengenai seminar tentang mindset penjualan dan produktivitas penjualan, silahkan mengunjungi halaman berikut ini:

http://selling.qacomm.com

Materi Seminar Productive Selling Mindset

01.Bagaimana menguasai Prinsip Tunggal Penjualan untuk meningkatkan produktivitas penjualan seorang salesperson.
02.Top Selling Mindset versus Traditional Selling Mindset.
03.Prinsip-Prinsip Pengembangan Diri untuk seorang penjual.
04.Bagaimana seorang penjual dapat merasa nyaman dan percaya diri dalam profesi sebagai seorang penjual - jarang sekali seorang penjual menjadi penjual karena "sales" adalah memang cita-citanya. Sebaliknya, kebanyakan penjual menjadi penjual karena terpaksa.
05.Memahami fakta bahwa setiap orang adalah penjual.
06.Bagaimana melatih sikap dan perilaku terbaik seorang penjual.
07.Seorang penjual adalah pembeli yang setia.
08.Mutiara pelajaran menjual dari para penjual terbaik kelas dunia.
09.Pola Pikir Penjualan dan Pola Pikir Menjual.
10.Mitos-Mitos dalam dunia penjualan.
11.Memahami emosi yang terlibat dalam setiap pembelian.
12.Bagaimana menerapkan Kecerdasan Emosional dalam menjual.
13.Lima Hasrat Menjual yang memberhasilkan seorang penjual.
14.Bagaimana membangun rasa saling percaya dalam sales cycle secara alamiah.
15.Bagaimana membangun hubungan yang saling menguntungkan dan berjangka panjang dengan calon pembeli atau pelanggan.
16.Pertanyaan-pertanyaan terpenting yang harus diajukan seorang penjual saat memprospek calon pembeli dan saat menghubungi kembali pelanggan.
17.If you lack of skill, do not lack of numbers!
18.Bahasa dan Model Komunikasi yang disukai calon pembeli atau pelanggan.
19.Belajarlah dari pembeli pertama anda.
20.Bagaimana menemukan Salesperson Positioning dan Salesperson Personal Branding sebagai seorang penjual.
21.Powerful Triple USP - Bagaimana mendefinisikan USP (Unique Selling Proposition) yang kuat dan meyakinkan untuk menjawab pertanyaan, "Mengapa saya harus membeli barang (jasa) ini dari anda dan bukan dari orang lain atau dari perusahaan lain?"
22.Bagaimana menerapkan teknik-teknik produktivitas dalam proses penjualan, seperti Piggy Backing, Don't Break The Chain, Next Action dan sebagainya.
23.Bagaimana melakukan mindset leverage terhadap mindset penjualan.
24.Spiritual Selling - Bagaimana menerapkan konsep Spiritual Selling dengan menjual tidak hanya produk, benefit, dan fitur saja, melainkan juga nilai-nilai kebaikan yang akan mendongkrak penjualan dengan menerapkan Teknik Downstream.
25.Hypnotic Selling - Bagaimana memanfaatkan ilmu hypnosis saat melakukan penjualan dengan menerapkan Teknik Mata Pancing.
26.Instant Personality Assessment - Bagaimana memahami empat macam kepribadian calon pembeli atau pelanggan secara instan, on the spot, dalam waktu kurang dari lima menit, tanpa assessment formal, sehingga seorang penjual dapat langsung menyesuaikan cara berkomunikasi dengan mereka dan membangun trust secepat-cepatnya.

http://selling.qacomm.com

Terimakasih dan sukses untuk anda!
Posted on Selasa, April 16, 2013 / 0 comments / Read More

Minggu, April 14, 2013

Seminar Penjualan - Selling Seminar

By: Ikhwan Sopa

Seminar "Productive Selling Mindset"

Seminar untuk mendongkrak produktivitas penjualan seorang salesperson dengan cara mengupgrade mindset penjualannya.

Untuk info selengkapnya silahkan mengunjungi halaman:

http://selling.qacomm.com

Sukses selalu!
Posted on Minggu, April 14, 2013 / 0 comments / Read More

Senin, April 01, 2013

Pengembangan Diri

By: Ikhwan Sopa

"Hidup yang sempit diperluas dengan melebarkan jarak horisontal dan jarak vertikal. Sejauh mungkin berpikir jangka panjang, setinggi mungkin meluruskan niat dan tujuan mulia. Ke depan itu otomatis sebab kita berdiri di atas ban berjalan yang kita sebut waktu."

Pengembangan Diri

Seminar "How to Turn Mess Into Message"
Posted on Senin, April 01, 2013 / 0 comments / Read More

Jumat, Maret 29, 2013

Ciri Cinta, Jenis Cinta, Prioritas Cinta

By: Ikhwan Sopa

CINTAKU YANG APA BOLEH BUWAT

CINTA SEJATI:

1. Lebih suka berkomunikasi dengan yang dicintai ketimbang yang lain.
2. Lebih suka berkumpul dengan yang dicintai ketimbang yang lain.
3. Lebih suka mengikuti kemauan yang dicintai ketimbang yang lain dan bahkan diri sendiri.

(Hadits)

8 JENIS CINTA:

1. Mawaddah yang membara - dunia hanya milik berdua.
2. Rahmah yang lembut dan melindungi - aku rela demi engkau.
3. Mail yang berdenyut - membuat yang lain terabaikan.
4. Syaghaf yang mendalam dan memabukkan - membut tergila-tergila-gila.
5. Ra'fah yang menjadikan tidak peduli - right or wrong this is my love.
6. Shobwah yang menggelincirkan.
7. Syauq yang rindu sepenuh rindu.
8. Kulfah yang mendidik dan membesarkan.

(Quran + Hadits)

PRIORITAS CINTA:

1. Allah SWT.
2. Rasulullah SAW.
3. Jihad.
4. Orang Tua.
5. Anak.
6. Saudara.
7. Pasangan Hidup.
8. Keluarga.
9. Harta (+bisnis, +rumah, dst)

(QS-9:24)

(Mess Into Love)
Seminar "How to Turn Mess Into Message"
Posted on Jumat, Maret 29, 2013 / 0 comments / Read More

Kamis, Maret 28, 2013

Hikmah Kesempitan Hidup

By: Ikhwan Sopa


Seminar "How to Turn Mess Into Message"
Posted on Kamis, Maret 28, 2013 / 0 comments / Read More

Rabu, Maret 27, 2013

Tak Punya Uang dan Tak Ada Makanan

By: Ikhwan Sopa

"Tak punya uang" bukan tentang "uang" tapi tentang "tak punya".

Uang bertebaran. Orang lain punya uang dan tak satupun akan memberi kecuali kita memberi sesuatu yang bernilai dan bekerja memberi manfaat.

Gimana caranya supaya punya uang?
Miliki keahlian dan bekerja.

"Tak ada makanan" bukan tentang "makanan" tapi tentang "tak ada".

Makanan selalu ada, warung makanan bertebaran, tukang jual makanan berseliweran. Tak seorang pun akan menyuapi kita karena kita telah dewasa.

Gimana supaya bisa makan?
Miliki keahlian dan bekerja.

(Mess Into Message)

Seminar "How to Turn Mess Into Message"
Posted on Rabu, Maret 27, 2013 / 0 comments / Read More
 
Copyright © 2011. Ikhwan Sopa - Pembicara Motivasi dan Pengembangan Diri . All Rights Reserved
Theme Design by Herdiansyah . Published by Borneo Templates