Manajemen Pikiran Dan Perasaan, Ikhwan Sopa, Coaching, Buku, Pengembangan Diri, Motivasi, Komunikasi, Leadership, Kepemimpinan, Training, Pelatihan
When wisdom meet solutions... real solutions.
"Manajemen Pikiran Dan Perasaan" adalah genre baru dalam dalam dunia pengembangan diri, self help, self development, life skill, team and organisation skill, leadership skill, intrapersonal dan interpersonal skill. Dapatkan di toko buku terdekat di kota Anda. Atau, dapatkan secara online di sini: "Manajemen Pikiran Dan Perasaan". Dapatkan ebook gratis anak buku "Manajemen Pikiran Dan Perasaan" (promotional pdf).
Audio: Talkshow di DRadio 103,4 FM:
Selamat membaca, selamat mendengarkan, dan semoga bermanfaat.
Latest Posts

Kamis, Februari 02, 2012

Hal-Hal yang Tidak Bisa Kita Lakukan

Selamat siang sahabat,

"Hati nurani diciptakan hanya untuk satu tujuan, yaitu agar kita mau mendengarkan."

Kita, tidak bisa tidak merasa sebab tak merasakan apa-apa adalah sebuah perasaan yang tanpa makna.

Kita, tidak bisa tidak berpikir sebab tidak berpikir adalah pikiran yang sedang mengamati.

Kita, tidak bisa tidak memilih sebab tidak memilih adalah juga pilihan.

Kita, tidak bisa tidak memutuskan sebab tidak memutuskan adalah sebuah keputusan.

Kita, tidak bisa tidak menginginkan sebab tidak menginginkan adalah keinginan yang menolak.

Kita, tidak bisa tidak berharap sebab tidak punya harapan adalah mengharapkan keajaiban.

Kita, tidak bisa tidak memiliki cita-cita sebab tidak memiliki cita-cita adalah mencita-citakan ketidakjelasan.

Kita, tidak bisa tidak merencanakan sebab tidak merencanakan adalah merencanakan kesimpangsiuran.

Kita, tidak bisa tidak bertanya sebab di hadapan pilihan demi memutuskan kita pasti bertanya.

Kita, tidak bisa tidak belajar sebab tidak belajar adalah pilihan belajar lewat penderitaan dan kepahitan yang direncanakan.

Kita, tidak bisa tidak bertindak sebab tidak bertindak adalah aktivitas menjalani penantian.

Kita, tidak bisa tidak bergerak sebab dalam diam kita digerakkan mundur oleh waktu.

Kita, tidak bisa tidak berani sebab ketakutan adalah keberanian untuk menjaga dan menyelamatkan diri.

Kita, tidak bisa tidak kuat sebab tidak kuat adalah kemampuan untuk menanggung kelemahan.

Kita, tidak bisa tidak tumbuh sebab tidak tumbuh adalah membesar dengan meluaskan karat dan menebalkan debu.

Kita, tidak bisa tidak maju sebab kemunduran adalah tetap maju ke arah yang salah.

Kita, tidak bisa tidak berhadapan dengan risiko sebab menghindari risiko 'di sana' membawa risiko yang sepadan 'di sini'.

Kita, tidak bisa tidak berhasil sebab kegagalan adalah hasil dari masa lalu kita.

Kita, tidak bisa tidak yakin sebab tidak yakin adalah keyakinan yang sedang bermain di seberang.

Kita, tidak bisa tidak menerima sebab menolak adalah menerima tawaran dari emosi dan ego kita.

Kita, tidak bisa tidak memiliki cinta sebab kebencian adalah jauhnya jarak antara sesuatu dan cinta kita.

Kita, tidak bisa tidak bersyukur sebab segala yang telah ada diciptakan untuk melayani kita dalam rangka menyembah-Nya.

Kita, tidak bisa tidak bersabar sebab waktu diciptakan untuk memisahkan akibat yang belum ada dari sebab yang kita adakan.

Kita, tidak bisa tidak beribadah sebab tidak beribadah adalah menolak adanya Tuhan.

Kita, tidak bisa tidak berdoa sebab tidak berdoa adalah menuhankan diri sendiri.

Kita, tidak bisa tidak berubah sebab tidak berubah adalah menua.

Kita, tidak bisa tidak bertanggungjawab sebab tidak bertanggungjawab juga ada konsekuensinya.

Semua itu adalah tanda bahwa kita:

1. Masih sadar, hidup, dan ada,
2. Masih diberi waktu, peluang, dan kesempatan,
3. Masih dimungkinkan merealisasi potensi menjadi kenyataan dan mengkreasi kehidupan yang membahagiakan.

Sungguh, Tuhan Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Makin semangat!

Ikhwan Sopa
read more...

Cara Menguatkan Pilihan

Selamat sore sahabat,

(Hari ini saya mendapat kabar beberapa teman telah memilih dan memutuskan untuk mengembangkan diri lebih jauh.)

Ini untuk siapapun engkau yang hari ini telah MEMILIH untuk mengembangkan diri.

Tetapkanlah pilihanmu dengan MEMUTUSKAN.

Lalu KUASAILAH kerangka berpikir yang sesuai keputusan dan pilihanmu itu, dan sedikitkanlah keluar atau menyimpang dari kerangka berpikir itu.

Kemudian ingatlah bahwa pilihan, keputusan, dan penguasaanmu akan pikiranmu telah menjadikan masa depanmu seolah TAK TERBATAS. Bukankah, dengan memilih, memutuskan, dan menguasai pikiranmu tadi itu, engkau telah menembus batasmu?

Lalu, tetapkahlah untuk TIDAK PERNAH MENYERAH.

Dan selalulah meyakini, INI BISA DILAKUKAN!

Seperti yang dikatakan Brian Kim (http://briankim.net/):

Want to quit your job and pursue your passion?

Make the decision. Own the frame. There are no limits. Never give up. Ever. It CAN be done.

Want to start that business you’ve been dreaming of?

Make the decision. Own the frame. There are no limits. Never give up. Ever. It CAN be done.

Want to change the world?

Make the decision. Own the frame. There are no limits. Never give up. Ever. It CAN be done.

Makin semangat!

Ikhwan Sopa
read more...

The Law of Attraction

Hari Sabtu dan Minggu yang lalu saya diundang mengisi sebuah acara Train For Trainer.

Di dalam acara itu salah satu sahabat saya mengisi materi tentang "choice". Intinya, hidup ini adalah pilihan dan ketegasan menindaklanjuti pilihan atau bertanggungjawab dengan pilihan adalah pilihan terbaik yang dapat kita lakukan.

Jam empat sore hari Sabtu, salah seorang peserta mengajak saya berdiskusi.

Ia berkata, "Mas, kalo saya sih sepertinya agak kesulitan mengikuti pola-pola pilihan seperti itu (seperti yang diungkap oleh materi sahabat saya di atas). Saya lebih senang hidup yang mengalir dan menikmati saja apa-apa yang berlangsung dan terjadi pada diri saya."

Saya bilang, "Jika kita bicara pilihan, maka ini bukan tentang benar atau salah. Artinya, jika itu engkau tetapkan sebagai jalan hidupmu, maka itulah pilihanmu."

Saya kemudian melanjutkan, "Dengan pilihan hidupmu yang cenderung 'malas' seperti itu, tetap saja engkau memiliki berbagai keinginan yang sama dengan mereka yang memilih untuk bekerja keras di dalam hidupnya. Apa yang penting, adalah bagaimana engkau bisa memberdayakan diri dengan pilihan itu."

Ia berkata, "Iya sih Mas."

Saya bilang, "Engkau perlu belajar sebuah ilmu khusus. Namanya The Law of Attraction (LOA)."

Ia bilang, "Apaan tuh Mas? Dari mana saya bisa dapat ilmu itu?"

Saya berkata, "Kalo kamu memang mau, ntar kamu dapat kok ilmunya."

Saya menutup diskusi sore itu dengan mengatakan bahwa syarat terpenting dari bekerjanya LOA, adalah tetap bekerja paling tidak di dalam pagar kemalasan yang kita bangun sendiri. Ini mutlak, sebab pelajaran inti dari LOA adalah tentang TANGGUNGJAWAB dan LOA adalah tentang pergerakan alias ACTION. Semalas-malasnya manusia, untuk malaspun ia sebenarnya perlu bekerja.

Jam sepuluh malam itu, salah satu sahabat saya yang lain datang menghampirinya dan menghadiahkan sebuah buku kepadanya. Judulnya "The Answer".

Mengetahui hal itu, saya hampiri dia dan saya berkata, "Ilmu yang kamu tunggu tadi sore itu, sekarang ada di tanganmu."

Menariknya, buku yang dihadiahkan itu sebenarnya telah dihadiahkan kepada seorang sahabat yang lain, dan 'entah kenapa' sahabat itu menolaknya. Maka dihadiahkanlah buku itu kepadanya.

Sahabat, jika kita mau berpatokan bahwa tidak ada sesuatupun di dunia ini terjadi secara kebetulan, apa sebenarnya yang telah terjadi?

"Kita tidak bisa tidak memilih. Karena setiap pilihan selalu diikuti dengan tanggungjawab, maka kita tidak bisa tidak bertanggungjawab."

Ikhwan Sopa
read more...

Senin, Januari 30, 2012

The Law of Life and Existence

Selamat siang sahabat,

"Hati nurani diciptakan hanya untuk satu tujuan, yaitu agar kita mau mendengarkan."

Kita, tidak bisa tidak merasa sebab tak merasakan apa-apa adalah sebuah perasaan yang tanpa makna.

Kita, tidak bisa tidak berpikir sebab tidak berpikir adalah pikiran yang sedang mengamati.

Kita, tidak bisa tidak memilih sebab tidak memilih adalah juga pilihan.

Kita, tidak bisa tidak memutuskan sebab tidak memutuskan adalah sebuah keputusan.

Kita, tidak bisa tidak menginginkan sebab tidak menginginkan adalah keinginan yang menolak.

Kita, tidak bisa tidak berharap sebab tidak punya harapan adalah mengharapkan keajaiban.

Kita, tidak bisa tidak memiliki cita-cita sebab tidak memiliki cita-cita adalah mencita-citakan ketidakjelasan.

Kita, tidak bisa tidak merencanakan sebab tidak merencanakan adalah merencanakan kesimpangsiuran.

Kita, tidak bisa tidak bertanya sebab di hadapan pilihan demi memutuskan kita pasti bertanya.

Kita, tidak bisa tidak belajar sebab tidak belajar adalah pilihan belajar lewat penderitaan dan kepahitan yang direncanakan.

Kita, tidak bisa tidak bertindak sebab tidak bertindak adalah aktivitas menjalani penantian.

Kita, tidak bisa tidak bergerak sebab dalam diam kita digerakkan mundur oleh waktu.

Kita, tidak bisa tidak berani sebab ketakutan adalah keberanian untuk menjaga dan menyelamatkan diri.

Kita, tidak bisa tidak kuat sebab tidak kuat adalah kemampuan untuk menanggung kelemahan.

Kita, tidak bisa tidak tumbuh sebab tidak tumbuh adalah membesar dengan meluaskan karat dan menebalkan debu.

Kita, tidak bisa tidak maju sebab kemunduran adalah tetap maju ke arah yang salah.

Kita, tidak bisa tidak berhadapan dengan risiko sebab menghindari risiko 'di sana' membawa risiko yang sepadan 'di sini'.

Kita, tidak bisa tidak berhasil sebab kegagalan adalah hasil dari masa lalu kita.

Kita, tidak bisa tidak yakin sebab tidak yakin adalah keyakinan yang sedang bermain di seberang.

Kita, tidak bisa tidak menerima sebab menolak adalah menerima tawaran dari emosi dan ego kita.

Kita, tidak bisa tidak memiliki cinta sebab kebencian adalah jauhnya jarak antara sesuatu dan cinta kita.

Kita, tidak bisa tidak bersyukur sebab segala yang telah ada diciptakan untuk melayani kita dalam rangka menyembah-Nya.

Kita, tidak bisa tidak bersabar sebab waktu diciptakan untuk memisahkan akibat yang belum ada dari sebab yang kita adakan.

Kita, tidak bisa tidak beribadah sebab tidak beribadah adalah menolak adanya Tuhan.

Kita, tidak bisa tidak berdoa sebab tidak berdoa adalah menuhankan diri sendiri.

Kita, tidak bisa tidak berubah sebab tidak berubah adalah menua.

Kita, tidak bisa tidak bertanggungjawab sebab tidak bertanggungjawab juga ada konsekuensinya.

Semua itu adalah tanda bahwa kita:

1. Masih sadar, hidup, dan ada,
2. Masih diberi waktu, peluang, dan kesempatan,
3. Masih dimungkinkan merealisasi potensi menjadi kenyataan dan mengkreasi kehidupan yang membahagiakan.

Sungguh, Tuhan Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Makin semangat!

Ikhwan Sopa
read more...

Sabtu, Januari 28, 2012

Bahayanya Motivasi dan Pengembangan Diri

Selamat malam sahabat,

Aku pesankan ini untuk diriku sendiri, dan semoga bermanfaat bagimu yang membacanya.

Bahayanya motivasi dan pengembangan diri. Bahaya yang mengancam para motivator dan trainer pengembangan diri.

Penghambat terbesar untuk mengembangkan diri adalah ego. Lucunya, jika tak waspada pengembangan diri justru ikut mengembangkan ego.

Dengan mengembangkan diri, aku mendapatkan pengetahuan baru dan keahlian baru di dalam hidupku. Dengan pengetahuan dan keahlian itu, hidupku bertransformasi menjadi kehidupan yang baru. Lalu, aku mulai terasing dari mereka yang belum mengembangkan diri.

Dalam kehidupan yang baru, aku membangun belief system yang menurutku lebih baik dan lebih akurat dari sebelumnya. Dengan belief system itu, aku menjadi semakin terampil memprediksi dan mengkreasi masa depan.

Dengan akurasi dan keterampilan itu, aku cenderung merasa semakin "BENAR". Dengan akurasi dan keterampilan itu, aku semakin terampil pula memilah dan memilih pola-pola kehidupanku. Maka, aku pun menjadi merasa semakin "PANDAI".

Aku menjadi semakin mudah mengidentifikasi kelemahan dan kekurangan diri sendiri. Apalagi, kekurangan dan kelemahan orang lain.

Selanjutnya, aku semakin menemukan lebih banyak lagi kekurangan dan kelemahan di dunia ini.

Dan puncaknya, aku merasa semakin nyaman berada di sekitar mereka yang lebih lemah dan kurang dibanding aku.

Aku telah tertipu. AKU telah menipu.

Egoku yang makin membesar diam-diam, dengan menyeringai mengucapkan selamat datang di dunianya.

Mungkin ini saatnya, aku mulai perlu menggarap PR-ku yang ditugaskan dengan diam-diam. Aku harus terus belajar dan terus belajar. Aku perlu menjadi pribadi yang mengerti kelemahan orang lain, mengerti mengapa mereka gagal belajar dari kesalahannya, dan pada saat yang sama tetap mampu berempati dan menerima mereka apa adanya, sembari bersiap-siap jika bantuanku memang diperlukan.

Makin semangat!

Ikhwan Sopa
read more...